Pendidikan & Kesehatan

Napi di Lapas Malang Produksi Hand Sanitizer Untuk Cegah Covid-19

Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru, Kota Malang, membuat hand sanitizer.

Malang (beritajatim.com) – Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru, Kota Malang, membuat hand sanitizer sendiri untuk memutus mata rantai memutus virus corona Covid-19. Proses produksi hand sanitizer ini bahkan telah dilakukan sejak 12 Maret 2020 lalu.

“Kami juga ingin mencegah penyebaran corona. Dengan kegiatan ini kami harapkan warga binaan memang selalu produktif dan berguna bagi masyarakat,” kata Kepala Seksi Bimbingan Kerja Lapas Klas I Lowokwaru, Adi Santosa, Kamis, (26/3/2020).

Produksi hand sanitizer ini dilakukan, karena kelangkaan di Kota Malang. Hampir semua apotek saat virus ini pertama kali diketahui sudah masuk Indonesia, stoknya tidak ada. Padahal dalam keseharian, kantor Lapas Lowokwaru selalu membutuhkan hand sanitizer. Untuk itu, warga binaan diajak berkarya dengan membuat hand sanitizer.

“Awalnya untuk memenuhi kebutuhan kantor sendiri karena cari hand sanitizer di apotek dan toko langka. Bahan yang kami bikin dari alkohol, gliserol, hidrogen peroksida dan aquadest. Tentu pembuatannya didampingi petugas jaga,” ujar Adi.

Adi mengungkapkan, seiring berjalannya waktu sejak produksi dilakukan di Lapas, permintaan pesanan hand sanitizer semakin meningkat. Rata-rata pembelinya adalah, pegawai, keluarga bahkan masyarakat turut memesan. Hand sanitizer ini diberi nama LSIMA anti bacterial.

“Harganya untuk 10 mililiter sebesar Rp10 ribu, untuk 20 mililiter seharga Rp20 ribu. Serta untuk kemasan isi ulang, sebesar Rp 50-60 ribu. Kita beri wangi mawar dan lemon yang umum dikenal masyarakat. Sensasinya harum dan segar. Sehari bisa 10 hingga 20 liter. Tergantung kebutuhan. Karena bahan bakunya sekarang juga susah,” tandas Adi. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar