Pendidikan & Kesehatan

Nakes Meninggal Karena Covid-19, Pelayanan di RSUD Jombang Tetap Jalan

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran

Jombang (beritajatim.com) – Meski ada satu tenaga kesehatan (Nakes) meninggal karena positif Covid-19, namun pelayanan di RSUD Jombang tetap jalan. Untuk itu seluruh ruangan dibersihkan secara rutin dengan disinfektan. Bahkan, RSUD juga menggunakan sinar UV (ultra violet) untuk membunuh virus.

“Jadi tidak ada penutupan pelayanan di RSUD Jombang. Karena kami sudah memiliki strategi untuk mengatur langkah-langkah pelayanan tersebut. Karena ketika kita melakukan general cleaning (pembersihan umum), memang ruang operasi di IGD (Instalasi Gawat Darurat) kita tutup. Sebagai gantinya, ruang operasi kita pindahkan ke belakang. Sehingga pelayanan tidak terganggu,” kata Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran, Senin (2/11/2020).

Pemindahan itu, lanjut Pudji, dilakukan selama dua hari. Setelah pembersihan dan penyemprotan selesai, ruang operasi dikembalikan lagi ke tempat semula. “Masyarakat jangan khawatir. Semua yang dilakukan RSUD sesuai dengan protokol kesehatan dan pengamanan terhadap penularan Covid-19. Semua pegawai yang terpapar Covid bukan tertular dari rumah sakit, tapi dari luar,” kata Pudji memastikan.

Sebelumnya, seorang tenaga kesehatan (nakes) RSUD Jombang meninggal akibat terpapar Covid-19. Nakes berinisial KS (31) ini menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Jombang selama 10 hari. KS mengalami gejala klinis mulai 22 Oktober 2020. Suhu tubuh KS terus meninggi. Hingga akhirnya yang bersangkutan menjalani perawatan di ruang observasi.

Dalam pemeriksaan, KS dinyatakan non-reaktif. Namun demikian, kondisi pasien terus memburuk. Sehingga pihak RSUD melakukan uji swab yang hasilnya positif. Sejak itu KS dipindahkan ke ruang isolasi. Namun dalam perjalanan, paru-parunya terus memburuk. Hasil rontgen radiologi menunjukka kerusakan paru-paru yang cukup parah. Nah, pada Minggu pagi (1/11/2020), KS mengembuskan nafas terakhirnya.

Sementara itu, hingga Senin (2/11/2020) pukul 15.00 WIB, ada penambahan 10 pasien positif Covid di Jombang. Dengan begitu jumlah kumulatif positif Covid-19 sebanyak 1.193 orang. Dari jumlah tersebut, 997 orang dinyatakan sembuh, 88 orang masih dirawat, dan 108 orang meninggal.

“Ini menandakan Covid-19 di Jombang belum usai. Masyarakat harus tetap waspada. Di manapun Penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Ada tiga hal yang penting untuk memutus rantai penyebaran Covid, yakni memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun,” pungkas Pudji. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar