Pendidikan & Kesehatan

Mutasi Baru Covid-19 Ditemukan, Daya Sebar Lebih Cepat

Surabaya (beritajatim.com) – WHO kembali mengumumkan perkembangan terbaru dari Covid-19, yakni munculnya strain virus baru atau mutasi yang disebut B.1.1.7 atau VUI202012/01.

Mutasi baru dari Covid-19 Ini pertama kali ditemukan di 2 negara bagian Inggris yakni di Kent dan Medway. Prof Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Covid-19 IDI Dalam dialog para pakar, di Media Center Graha BNPB yang dilangsungkan secara daring, menyebut bahwa penyebaran varian baru ini di seluruh wilayah Inggris dalam 2 minggu terakhir telah mencapai 90 persen, sehingga hanya tersisa 10 persen saja dari seluruh jumlah kasus positif di Inggris yang disebabkan oleh strain atau varian lama.

“Tingkat penyebaran mutasi yang baru ini B117 lebih cepat 71 persen. Meskipun tingkat penyebarannya begitu tinggi, para ahli yakin b117 tidak lebih mematikan,” ujar Prof Zubairi, Selasa (29/12/2020).

Meski merupakan varian mutasi baru dari Covid-19, Prof Zubairi memastikan bahwa tes PCR masih bisa digunakan untuk mendeteksi B117.

“Pada dasarnya, PCR itu bisa mendeteksi, 3 bagian dari virus, anggap saja, kepala, baju dan kaki virus, mutasi adalah bajunya. Meskipun bajunya berganti, tetapi kepala dan kaki masih dapat terdeteksi,” terangnya.

Strain atau mutasi B117 telah dipastikan memiliki kelebihan untuk melakukan tingkat penyebaran yang sangat cepat, tetapi para ahli masih meyakini vaksin yang dikembangkan dan dipesan oleh Indonesia masih bisa digunakan.

“Vaksin hampir pasti tetep efektif. Para ahli masih meneliti untuk memastikan secara lebih baik. Tetapi karena virus ini pada dasarnya memang selalu bermutasi, jadi vaksin masih tetap masih sangat dibutuhkan. Kalau belajar dari influensa, di Amerika ada vaksinasi influensa setahun sekali, karena virus influensa di Amerika juga terus bermutasi sehingga, tiap tahun akan ada perbaikan formula dan penyesuaian pada vaksin. Kemungkinan, kita akan menghadapi kondisi yang sama dengan influensa di Inggris,” papar Prof Zubairi.

Sejak ditemukan 2 minggu lalu, strain atau varian B117 ini sudah ditemukan menginfeksi beberapa wilayah di luar Inggris, seperti; Belanda, Afrika Selatan, Autralia, Singapura, Denmark, Itali, dan Islandia.

Prof Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara, pun mengatakan bahwa dengan diketahui adanya strain mutasi baru dari Covid-19, maka disamping pemerintah terus melakukan upaya pencegahan yang lebih strategis, yang paling penting yang bisa turut dilakukan oleh masyarakat adalah secara ketat menerapkan protokol kesehatan.

“Potensi terjadinya pengikatan kasus pasti ada, apa lagi mutasi baru ini memiliki tingkat penyebaran dan penularan 71 persen lebih tinggi. Untuk itu, pemerintah pembuatan surat edaran kasus agar mengantisipasi kemungkinan ledakan kasus. Terlebih kita menghadapi libur panjang, ketat disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tetap di rumah saja adalah upaya paling efektif yang bisa dilakukan,” terang Prof Wiku.

Letjen TNI Doni Murtado, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 dan Kepala BNPB juga turut menghimbau kepada masyarakat agar tidak lupa 3M dan tetap di rumah saat libur panjang nanti.

“Satuan tugas penanganan Covid terus menghimbau agar liburan aman dan nyaman tanpa jalan jalan tanpa berpergian dan di rumah saja. Jalankan 3M agar terhindar selalu dari bahaya Covid-19,” pungkas Doni. [adg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar