Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Musim Hujan Pemkab Gresik Waspada Penyakit DBD

Foto: Ilustrasi nyamuk Demam Berdarah

Gresik (beritajatim.com) – Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik terus mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap serangan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk pengebab demam berdarah dangue (DBD) memiliki tren serangan yang tinggi di Gresik. Apalagi tahun ini, jumlah kasus dua kali lipat dari 2020 lalu.

Di bulan November hingga Maret bahkan April 2021 menjadi perhatian serius bagi Dinkes Gresik. Berdasarkan data sejak 2017 lalu, kasus DBD berada dipuncak pada bulan Januari. Meski demikian, di akhir tahun sudah menjadi titik awal nyamuk tersebut berkembang biak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, dr Ummi Khoiroh menuturkan, apabila minggu kemarin kasus DBD sudah muncul di Gresik. Yakni satu kasus di wilayah perkotaan.

Selama ini lanjut dia, daerah yang rawan terserang DBD ini adalah wilayah kota dan area pertambakan. Karena itu, untuk antisipasi hal itu pihaknya meminta agar masyarakat lebih waspada sejak dini. Mulai melakukan gerakan pemberatasan sarang nyamuk (PSN) yang dimulai dari genangan di dalam pot hingga di bak mandi.

“Kami menyarankan agar masyarakat memberikan obat abate di dalam bak mandi untuk membunuh jentik nyamuk. Sekarang ini kan sudah hujan, genangan air di tempat-tempat tersembungi harus rutin dicek. Jangan sampai ada genangan. Selain itu perlu mencaga lingkungan agar tetap bersih,” ujarnya, Jumat (19/11/2021).

Diakui Ummi, data Dinkes Gresik lima tahun terakhir menunjukan kasus DBD mulai banyak dimulai bulan Januari hingga April. Namun, musim hujan setiap tahunnya dimulai bulan November.

“Puncaknya selalu Januari, nanti mulai April, kasus mulai menurun. Tapi tetap harus diwaspadai,” pungkasnya. (dny/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar