Pendidikan & Kesehatan

Moreno: Penyaluran BST Covid-19 Baik, Tapi Protokol Kesehatan Masih Abai

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Moreno Soeprapto.

Malang(beritajatim.com) – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Pandemi Covid-19 telah dirampungkan oleh pemerintah pusat. Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Moreno Soeprapto memberikan beberapa catatan khusus akan pelaksanaan pencairan BST terutama di Daerah Pemilihannya Malang Raya.

“Saya melihat pentingnya penerapan protokol kesehatan pada saat pendataan hingga pelaksanaan pencairan. Kami masih menemukan tindakan mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 dan berharap hal-hal ini dapat diperbaiki pada pencairan tahap kedua dan ketiga,” ujar Moreno Soeprapto, Minggu (6/6/2020).

Moreno mengaku, sebagai legislator dia melakukan pengawasan langsung program bantuan BST Covid-19 agar dapat terealisasi dengan baik kepada masyarakat yang terdampak ekonomi. Dia bahkan telah berkoordinasi dengan Bupati Malang M Sanusi dan pihak Kementerian Sosial, Direktur Biro Perencanaan Kemensos Adhy Karyono.

“Saya mengajak kepada Bapak Bupati dalam melakukan pendataan calon penerima BST yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Malang memasukkan pendataan dari RT/RW. Hal ini penting agar tidak terjadi salah sasaran dalam pendistribusian BST,” kata Moreno.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang ini selama pencairan BST telah mengintruksikan Moreno Champion Center untuk turun ke lapangan memantau proses pencairan BST di sejumlah Kecamatan yang ada di Malang. Dia mengklaim, secara garis besar program berjalan dengan baik, mulai dari pendataan hingga pencairan.

“Meskipun masih ada satu dua hal yang perlu diperbaiki seperti hal pendataan hingga pelaksanaan pencairan yang masih mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Saya berharap hal-hal ini dapat diperbaiki pada pencairan Tahap 2 dan 3,” papar Moreno.

Meski begitu Moreno mengapresiasi kerja keras Dinas Sosial Kabupaten Malang dalam penyaluran BST ke masyarakat. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Malang untuk bersama-sama dalam melawan pandemi Covid-19 dengan cara mengikuti arahan ataupun peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat hingga Daerah.

Pasalnya, pandemi ini tidak hanya menghadirkan keresahan tentang ancaman kesehatan, tetapi juga ancaman kesejahteraan. Dikatakan Moreno, dampak Covid-19 ini sangat jelas dirasakan langsung oleh masyarakat. Apalagi pasca diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semakin banyak warga yang ekonominya kesulitan.

Berbagai profesi seperti pedagang kecil, sopir taksi, pengemudi ojek online, pedagang, petani, pekerja harian, marbut masjid, guru mengaji hingga para pekerja kelas menengah sangat terdampak akibat pandemi ini.

“Oleh sebab itu saya mengajak masyarakat untuk sama-sama bergandengan tangan dengan Pemerintah. Karena tanpa kerja keras masyarakat, kita tidak akan pernah bisa keluar dari masalah pandemi ini,” tandas Moreno Soeprapto. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar