Pendidikan & Kesehatan

Moment of Truth Pengabdian RSTKA

Tim dokter RSTKA

Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) telah merampungkan misi kemanusiaan di tiga kepulauan yang ada di Sumenep Madura, sejak 4 April hingga 16 April kemarin.

Tim medis dan kapal yang tiba di Kalimas Surabaya pada pagi kemarin membawa setidaknya kisah-kisah petualangan kemanusiaan yang inspiratif. Mereka berlayar dari Pulau Sapeken, Pulau Pegerungan Besar dan Kecil dan Pulau Masalembu.

Di Masalembu tim medis telah setidaknya merawat lebih dari 500 pasien dengan rincian sebagai berikut; Total pasien poli mata sebanyak 342 orang dengan operasi pterigium 17 orang dan operasi katarak 5 orang. Poli Obgyn sebanyak 45 orang dengan operasi Sectio Ceasaria 1 orang. Poli umum sebanyak 211 orang. Poli THTKL sebanyak 70 orang dengan tindakan eksisi lipoma 3, atheroma1, dan nevus 1 orang. Poli anak sebanyak 26 anak dan 1 bayi. Poli paru sebanyak 4 orang.

Sedangkan untuk pasien operasi di Kapal RSTKA pada hari 1 sebanyak 37 pasien hari 2 sebanyak 32 pasien dan total 69 pasien operasi dengan bius lokal dan general.

Ada kisah menarik lainnya dari misi kemanusiaan di Masalembu ini, yakni lahirnya seorang bayi laki laki tampan secara Sectio Caesaria atau Caesar di atas Kapal RSTKA. Bayi mungil tersebut diberi nama Muhammad Ksatria Airlangga oleh kedua orang tuanya sebagai bentuk apresiasi dan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Tuhan melalui RSTKA.

Muhammad Ksatria Airlangga menjadi bayi ke 16 yang dilahirkan diatas kapal RSTKA selama ini. Bayi yang kemudian namanya sama dengan RSTKA ini dibantu oleh tim dokter muda, dan menjadi salah satu operasi gawat darurat dikarenakan umurĀ  kehamilan yang sudah 45 Minggu namun tidak juga bayi dalam posisi turun. Dr. Henry Wibowo selaku Kepala Sekretaris RSTKA mengatakan bahwa inilah moment of truth yang sebenarnya.

“Saya sangat salut dengan team Dokter muda yang sangat berdikasi menolong sesama dengan cinta kasih mengingat bahwa tim yang berangkat ke daerah tidak lepas dari ancaman bahaya. Dan Ksatria Airlangga menjadi bayi ke 16 selama yang dilahirkan di atas Kapal RSTKA,” ujar dr. Henry kepada beritajatim.com, Rabu (17/4/2019)

Ancaman dan bahaya yang dimaksud oleh Dr. Hendry adalah terkadang RSTKA dihadapi dengan kondisi alam yang tidak bersahabat. Dr. Henry bercerita bahwa pernah suatu waktu di Masalembu Kapal dihantam dengan ombak besar dan angin kencang. Sehingga menyebabkan tenda pengobatan rubuh dan kapal berguncang hebat.

“Saat itu kapal dihantam ombak dan angin kencang, di dalam sedang ada operasi, jadi harus dihentikan sesaat sedangkan pasien lain di tenda harus diungsikan sementara sampai alam jadi tenang lagi. Untungnya hanya berlangsung sekitar 2 jam. Itulah mengapa sebenarnya tim yang berangkat ke daerah sangat hebat dedikasinya. Mengingat bahaya bisa datang kapan saja,” ungkap dr. Hendry. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar