Pendidikan & Kesehatan

Mojokerto Raya Masih Zona Merah, Kapolda Jatim Deadline 2 Minggu

Mojokerto (beritajatim.com) – Kapolda Jatim memberikan deadline dua minggu untuk Polres Mojokerto Raya agar bisa menjadi zona merah dalam kasus Penyebaran Penanganan Covid-19. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara Tatap Muka Kapolda Jatim Bersama Seluruh Bhabinkamtibmas di Wilayah Hukum Polres Mojokerto Raya di aula salah satu kampus di Kabupaten Mojokerto.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran memberikan pengarahan kepada seluruh Bhabinkamtibmas dan Kapolsek se-Mojokerto Raya serta Kapolres dan Kapolresta Mojokerto. Yakni untuk terus memperhatikan kasus Covid-19 di daerah masing-masing agar dapat segera ditangani dan diselesaikan.
Dalam sambutannya, di hadapan 362 anggota a Bhabinkamtibmas, Kapolsek se-Mojokerto Raya serta Kapolres dan Kapolresta Mojokerto mengatakan, angka kematian kasus Covid-19 di Jatim tertinggi nasional. “Ada sebanyak 1.532 meninggal baik PDP maupun terkonfirmasi positif. Saya di sini ingin memotivasi bagaimana untuk menghadapi,” ungkapnya, Jumat (17/7/2020).

Per tanggal 16 July 2020, Peta Sebaran Gugus Tugas Jatim secara nasional Kota dan Kabupaten Mojokerto masih zona merah bersama empat kota lainnya. Yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Bojonegoro. Enam kota di Jawa Timur tersebut masih memiliki resiko dalam kasus virus corona. Ini menjadi tujuan kunjungannya ke Mojokerto Raya.

“Itu sebabnya saya datang ke Mojokerto, saya ingin semua paham. Meskipun Pemda, TNI/Polri dan instansi terkait sudah bahu-membahu menekan, Mojokerto Raya menjadi daerah yang menjadi perhatian. Kita harus seirama, satu langkah dalam menghadapi Covid-19 karena zona yang masih merah dilakukan intervensi yang maksimal,” katanya.

Kapolda memberikan deadline dua minggu agar Mojokerto Raya dari zona merah menjadi zona hijau. Menurutnya, ada 3T yang menjadi kunci yakni Testing, Tracing dan Treatment. Jika 3T tersebut dilakukan dengan benar maka angka penurunan kasus terkonfirmasi Covid-19 akan terlihat dan ia akan kembali datang ke Mojokerto Raya untuk mengecek langsung.

“Dua minggu lagi saya langsung turun ke polsek-polsek yang ada di Mojokerto. Bhabinkamtibmas harus dapat menjadi ujung tombak, dalam penanganan Covid-19, meningkatkan kesembuhan dan meminimalkan angka positif di daerah,” tegas orang nomor satu di Kepolisian Daerah Jawa Timur ini.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, Kapolda Jatim berkomitmen selama masa pandemi Covid-19 turun langsung mengecek fakta. “Diantaranya terkait program-program yang memang telah dilakukan, baik di Kampung Tangguh serta cara bertindak yakni scaning, analisis, respon dan evaluasi, termasuk juga 3T,” tambahnya.

Masih kata Kabid Humas, Testing yakni partisipasi masyarakat dalam komunitas terkecil yakni Kampung Tangguh. Dalam Kampung Tangguh, dilakukan intropensi atau melakukan kerjasama dan koordinasi berkolaborasi untuk melakukan testing dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, stakeholder dan masyarakat.

“Setelah tahu, ada hubungan dekat, hubungan erat. Kita lakukan tracing, setelah kita lakukan tracing, kemudian kita memiliki treatment. Treatment adalah, ketika kita tahu seseorang itu ringan, sedang, berat itu ada treatment. Ada bagian rana pemda, seperti RS. Kita bisa bawa yang sedang, berat dan berat sekali atau sedang dan ringan. Isolasi maupun perawatan,” tuturnya.

Tak hanya Mojokerto Raya, lanjut Kabid Humas, seluruh daerah di Jawa Timur menjadi perhatian Kapolda Jatim dan jajaran melakukan berbagai upaya. Ada enam daerah di Jawa Timur yang masih merah diupayakan untuk menjadi hijau. Bhabinkamtibmas merupakan orang paling dekat dengan masyarakat sehingga bisa memberikan pengayoman kepada masyarakat.

“Target tidak lama, tercepat dilaksanakan dengan apa yang sudah disampaikan akan menjadi pemulihan yang cukup baik. Waktu tercepat, kalau 3T yang disampaikan diaplikasikan, diwujudkan, tidak ada gap antara konsep dan implementasi. Yang kita minta wujudnya, kita harus berkolaborasi,” ujarnya.

Terkait deadline yang diberikan Kapolda Jatim, Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander menegaskan, jika pihaknya akan menjalankan instruksi Kapolda Jatim untuk terus bersinergi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi dan kiat-kiat agar bisa zona merah menjadi hijau, minimal kuning.

“Selama 3T dilakukan dengan benar, dengan baik. Insya Allah semua akan berubah menjadi hijau. Bapak Kapolda memberikan support agar tetap semangat dan memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk bersama-sama bersinergi dengan pemda dan TNI/Polri untuk memutus mata rantai Covid-19,” lanjutnya.

Pihaknya akan melaksanakan kegiatan maksimal untuk 3T dengan memberikan pengobatan-pengobatan tradisional. Kapolda Jatim memberikan bantuan obat dan ramuan probiotik untuk bisa bersinergi dengan tenaga medis (nakes) untuk menekan angka penambahan positif, meningkatkan jumlah pasien sembuh dan meminimalisir angka kematian.

“Mudah-mudahan ini semua bisa berjalan dengan baik dan lancar, kami mohon doanya pada rekan-rekan selama dua pekan ini kami akan turun bersinergi dengan pemkab, pemkot, TNI sebagai mana yang diharapkan Bapak Kapolda untuk turun langsung ke lini paling kecil dari desa dan ke tingkat yang paling besar yakni kecamatan untuk masif melakukan kegiatan deteksi dini dan intervensi diri dan meningkatkan kesembuhan masyarakat dari corona,” pungkasnya.

Turut hadir Waka Polda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, serta Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. Usai menghadiri acara Tatap Muka Kapolda Jatim Bersama Seluruh Bhabinkamtibmas di Wilayah Hukum Polres Mojokerto Raya, rombongan menuju Rusunawa Cinde di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar