Pendidikan & Kesehatan

MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Rapid Tes

Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 membuat segala aspek kehidupan harus waspada. Termasuk lembaga pendidikan. Wacana guru wajib rapid tes direspon baik oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya Utara.

Untuk menunjukkan itu, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara menggelar rapid tes pada Rabu (8/7) di aula SMP YP 17 Surabaya. Rapid tes diikuti 120 orang. Terdiri dari guru dan staf pendidikan SMP Swasta di Surabaya Utara.

Bekerjasama dengan National Hospital, guru mendaftar melalui sebaran bit.ly via Whatsapp yang diunggah kepala sekolah. Hampir semua guru dari tiap sekolah mendaftar. Dengan membawa fotokopi KTP, para guru akan menunggu secara bergiliran.

Surabaya (beritajatim.com) – Kegiatan ini dimaksudkan untuk memenuhi data profil dan laporan ke dinas pendidikan dalam persiapan ajaran baru. Selain itu, hasil rapid tes ini juga akan dijadikan modal untuk menarik kepercayaan masyarakat. Itu yang penting, kata Banu Atmoko, Sekretaris MKKS SMP Swasta Surabaya Utara.

“Kalau gurunya sudah sehat, masyarakat akan rela untuk menyekolahkan anaknya di sekolah terkait. Guru SMP Swasta Surabaya Utara wajib sehat semua,” imbuhnya.

Biaya untuk rapid tes ini sebesar 130 ribu/ orang. Semua hasil dari rapid tes akan diinfokan via email secara pribadi. Sifatnya sangat rahasia. MKKS Sendiri selaku pelaksana tidak akan pernah tahu siapa yang positif atau negatif. National Hospital sendiri yang akan menginformasikannya.

Acara yang dihadiri Wakil DPRD Surabaya itu berlangsung dengan tertib dan sesuai protokol kesehatan. Para guru terlihat begitu antusias. Mulai dari penggunaan masker, jaga jarak, pelindung wajah, sampai cuci tangan, semua diterapkan dengan baik.

“Secara menyeluruh, saya mengapresiasi kegiatan ini. Namun yang saya soroti, harusnya pemerintah kota bisa memfasilitasinya. Terlebih nanti di tes lanjutan SWAB bila ada hasil yang positif. Saya akan mengupayakan untuk menggratiskan tes SWAB tersebut,” terang Reni Astuti, Wakil DPRD Surabaya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini membuat sekolah swasta semakin menjerit. Senada dengan yang disampaikan Reni Astuti dalam sambutannya, Banu berharap, kegiatan rapid tes ini benar-benar bisa optimal dan berdampak pada PPDB.

“SMP Swasta selalu kesusahan mencari murid. Belum lagi sekarang ada wabah seperti ini. Kita harus pintar-pintar mencari kepercayaan masyarakat. Semoga rapid tes ini berdampak baik untuk ke depannya. Dan tes lanjutan SWAB benar-benar bisa gratis,” tandas Banu. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar