Pendidikan & Kesehatan

MKKS SMP Negeri di Kota Mojokerto Siap Songsong Pembelajaran Tata Muka di Sekolah

Mojokerto (beritajatim.com) – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Kota Mojokerto memastikan dalam waktu dekat Kota Mojokerto siap menyongsong pembelajaran tatap muka di sekolah. Yakni dengan mengadopsi pembelajaran kolaborasi dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

“Kami sebatas menyiapkan prasarana penunjang, nanti kita coba dulu di satu lembaga pendidikan yang ditunjuk untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka tanpa kehadiran siswa (simulasi, red) di Kota Mojokerto,” ungkap Ketua MKKS SMP Negeri Kota Mojokerto, Mulib, Rabu (14/10/2020).

Simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah akan dievaluasi secara detail saat pelaksanaan. Apakah sudah sesuai atau belum dan unsur apa saja yang masih kurang untuk disempurnakan nantinya. Di satu lembaga pendidikan akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka yakni hanya 30 persen dari siswa di masing-masing kelas secara bergantian

“Contoh, siswa kelas VIII masuk sekolah pembelajaran tatap muka pada Senin-jumat. Sedangkan, peserta didik kelas IX dan kelas XI tetap pembelajaran daring kemudian pada pekan kedua pembelajaran tatap muka secara bergantian dan seterusnya. Peserta didik tetap mengenakan pakaian seragam sekolah,” terangnya.

Siswi masuk sekolah dibagi menjadi kelompok belajar. Yakni ada dua gelombang yang masing-masing dua mata pelajaran (mapel) dengan durasi maksimal 4×40 menit. Kelompok gelombang I masuk pukul 07.00 WIB sampai pukul 09.40 WIB, sesi II masuk pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.40 WIB.

“Sehingga saat siswa kelompok sesi II masuk kelas tidak ada kerumunan karena sesi I masih berada di dalam ruangan. Sarana dan prasarana untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah khusus tingkat SMP Negeri sudah siap, tinggal menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan Kota Mojokerto,” jelasnya.

Mulib menambahkan, pihaknya akan membuat simulasi pembelajaran tatap muka tanpa menghadirkan siswa sebagai contoh untuk wali murid terkait budaya protokol kesehatan di sekolah. Menurutnya, sebagian wali murid sangat mendukung agar pembelajaran tatap muka segera diterapkan di sekolah, namun sebagain masih khawatir.

“Pembelajaran tatap muka di sekolah dengan mengadopsi pembelajaran kolaborasi daring dan luar jaringan luring, sebagai wali murid mendukung. Namun ada juga orang tua yang masih khawatir lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19. Namun untuk sarana dan prasaran sudah siap,” tegasnya. [tiin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar