Pendidikan & Kesehatan

MKKS Minta Masyarakat Ikut Dukung PTM di Ponorogo

Siswa-siswi di Ponorogo rencananya bisa masuk sekolah pada tanggal 5 April nanti. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kebijakan siswa masuk sekolah di masa pandemi, tahun ini diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing. Pemkab Ponorogo, lewat surat edaran (SE) bupati tertanggal 22 Maret lalu, sudah mengizinkan pembelajaran tatap muka untuk semua satun pendidikan. Meski, siswa yang masuk masih dibatasi hanya 30 persen dari jumlah keseluruhan siswa.

Kebijakan tersebut, mendapatkan dukungan dari musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) tingkat SMP di Ponorogo. Mereka juga meminta dukungan masyarakat untuk mensukseskan pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya dimulai pada tanggal 5 April nanti.

“Kami minta masyarakat juga ikut mendukung, PTM dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Ketua MKKS tingkat SMP, Sutarjo, Rabu (24/3/2021).

Sutarjo mengungkapkan seluruh kepala sekolah sudah dikumpulkan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) dan Kodim 0802 Ponorogo untuk rapat pembahasan persiapan PTM. Hasilnya, sebelum PTM dimulai, pihak sekolah harus mempersiapkan penerapan protokol kesehatan terlebih dahulu. Mulai dari meminta izin dari satgas Covid-19 kecamatan dan memperbarui surat izin dari orang tua. “Jadi sekolah harus mempersiapkan dulu sarana prokesnya sebelum melaksanakan PTM,” katanya.

Dukungan dari masyarakat, kata Sutarjo yakni ikut juga dalam penerapan protkes. Jangan sampai, siswa di sekolah taat protkes, namun saat di rumah mereka abai. Orang tua juga harus memberikan contoh penerapan protkes di rumah. Sehingga rencana pembukaan PTM pada tanggal 5 April nanti sesuai dengan harapan. Yakni siswa dapat masuk sekolah, tetapi juga tidak menimbulkan penularan Covid-19.

“Tanggal 5 April pas ujian sekolah, sehingga harapannya ujian tersebut bisa dikerjakan di sekolah. Tetapi ya tetap 30 persen sistem masuknya,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar