Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Miris, Pria Ini 6 Tahun Jalani Hidup dengan Organ Vital Tertanam di Tangan

Surabaya (beritajatim.com) – Malcolm MacDonald harus hidup dengan kondisi yang miris. Enam tahun lamanya dia tak berani bertemu orang lantaran organ vitalnya harus ditanam di tangan.

Semua berawal setelah dia menjadi tunawisma dan mengalami infeksi perineum jangka panjang. Macdonald awalnya menderita infeksi di skrotum dan anusnya namun berubah menjadi sepsis yang menyebabkan penis, jari tangan dan kakinya menghitam.

Pada 2014, penis MacDonald diamputasi setelah infeksi yang menyebabkannya membusuk. Pada 2015, dokter mengatakan dia bisa mencangkok penis baru dari kulit di lengannya.

Tetapi, kekurangan oksigen dalam darahnya selama operasi membuat dokter harus mengaborsi di tengah jalan dan menempelkan penis enam inci ke lengan kirinya ‘sementara’. Akibat beberapa kali penundaan, penis itu menempel di lengannya selama enam tahun.

Dikutip dari Indiatimes.com, pria 47 tahun dari Thetford di Norfolk ini mengungkapkan banyak kesulitan yang dia hadapi disebabkan penempatan alat kelamin yang tidak biasa itu – seperti penisnya terbakar saat memasak.

Pria itu mengatakan kehilangan penisnya membuatnya merasa tidak seperti laki-laki. Jadi, untuk menenggelamkan kesedihannya dia mulai banyak minum alkohol hingga 18 liter sehari.

Dia bahkan muncul di film dokumenter Channel 4 ‘The Man With a Penis on His Arm’.

“Kenyataan itu menampar diri saya sendiri dan itu adalah beban berat yang saya bawa sampai mati. Begitu sedih saat saya harus memeluk nenek saya saat Natal, dia merasakannya dan itu membuatnya terpukul,” katanya kepada pembuat film dokumenter.

“Saya pergi ke Waitrose, ada seorang wanita tua yang membutuhkan bantuan, sehingga saya menolongnya dan ‘itu’ (organ vitak,red) jatuh dari perban dan jatuh di kepalanya, dan itu seperti saya membuat pasangannya serangan jantung,” cerita MacDonald.

“Saat saya memasak, ‘itu’ (penis, red) terbakar, jadi saya tidak bisa menggunakan kompor belakang. Tentu saja, saya merasa kurang laki-laki, saya tidak punya penis, saya bukan laki-laki bukan?’ tanyanya dengan penuh sesal.

Namun, setelah operasi sembilan jam tahun lalu, pria itu memasang kembali penisnya di tempat yang tepat. Itu membuatnya seperti mendapatkan cahaya di ujung terowongan yang gelap dan panjang selama ini. (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar