Pendidikan & Kesehatan

Miliki Rektor Baru, Uwika Berencana Kembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Widya Kartika Surabaya (Uwika) menggelar acara pelantikan dan serah terima jabatan Rektor Kamis (9/5/2019).

Dalam serah terima jabatan kali ini, Rektor lama Uwika yakni Dr. Murpin Josua Sembiring, S.E., M.Si digantikan oleh F. Priyo
Suprobo ST.,M.T

Pria yang akrab disapa Priyo ini menjelaskan, dalam masa jabatan yang akan diembannya pada tahun 2019-2021 mendatang, ia berencana akan mengembangkan tri dharma perguruan tinggi di Uwika melalui visi yayasan yakni humanis, inovatif dan kreatif.

“Sebagaimana perguruan tinggi lainnya, Uwika hidup dan juga menghidupi tri dharma, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya saat ditemui usai pelantikan di Kampus Uwika Jalan Sutorejo Prima Utara II/1 Surabaya.

Ia juga menjelaskan, Uwika dibawah kepemimpinannya akan menerapkan sistem inovasi yang berorientasi pada dinamika perubahan yang ada di masyarakat.

Selain itu, nantinya proses perkuliahan akan diminimalisisr,
namun akan dirubah menjadi berbasis portofolio yang akan menyelesaikan masalah di masyarakat secara langsung dengan berbasis komunitas.

“Kami mungkin akan lebih berorientasi pada basis portofolio, by modul, menyelesaikan masalah yang langsung di masyarakat melaluikomunitas-komunitas mitra kami,” urainya.

Ia pun berencana akan merampingkan struktur organisasi kampus
menjadi lebih sederhana yang bertujuan agar cepat menangkap perubahan dan langsung terjun ke masyarakat. Sosialisasi untuk
hal itu akan dimulai pada tahun ajaran baru 2019-2020 dan akan diujicobakan selama satu semester.

Tak hanya itu, Uwika nantinya akan terus berusaha menyelesaikan masalah yang kompleks di masyarakat dengan menggunakan sistem
kolaborasi antar program studi dan akan menggelar raker untuk melengkapi antar prodi.

“Kita jadinya berbicaranya secara kolaboratif, jadi misalnya satu bidang ilmu terkait, misalnya teknik, nanti kita harus bareng-
bareng juga libatkan ilmu sosial, kenapa? karena masalah di masyarakat itu kompleks, jauh lebih kompleks daripada yang dihadapi perbidang itu tadi,” pungkasnya.(adg/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar