Pendidikan & Kesehatan

Miliki Pengguna Terbanyak, Aplikasi Detak Pecahkan Rekor MURI

Kelompok kajian kardiovaskular Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang membuat aplikasi DETAK.

Malang (beritajatim.com) – Sekelompok peneliti yang tergabung dalam kelompok kajian kardiovaskular Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang membuat aplikasi DETAK (deteksi jantung secara cepat dan akurat). Tim ini diketuai oleh, Mohammad Saifur Rohman.

Aplikasi ini berbasis algoritme artificial intelegence menggunakan ponsel pintar untuk mengatasi keterlambatan pasien yang mengalami serangan jantung atau sindrom koroner akut (SKA). Aplikasi ini dapat membantu pasien mengidentifikasi sakit jantung atau bukan hingga termasuk kegawatan atau tidak.

Dengan aplikasi ini, pengguna akan mendapatkan rekomendasi perawatan lanjutan, termasuk memberikan saran rumah sakit terdekat yang bisa dijangkau dan memiliki fasilitas pendukung. Rekomendasi diberikan berdasarkan data keluhan yang dimasukkan pengguna.

Aplikasi DETAK pecahkan rekor MURI.

“Aplikasi ini membantu masyarakat awam apakah benar menderita sakit jantung atau tidak, Kebanyakan pasien kurang paham apa yang dirasakan ketika mulai ada gejala sakit, bahkan bingung mengambil keputusan mau berobat ke mana. Dengan menggunakan aplikasi ini, sama halnya dengan menemui saya, dan menghindari pasien untuk salah menemui dokter,” papar Saifur Rohman, Minggu, (4/10/2020).

Aplikasi ini resmi dilaunching dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pengguna terbanyak pada saat diperkenalkan ke publik. Aplikasi DETAK tersedia di Google Play Store dan dapat diunduh secara gratis untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit jantung.

“Di luar ekspetasi kami, kita rencanakan 2 pekan dan kita launching sangat membahagiakan, mendapat respon yang baik. Semoga memberikan manfaat. Sudah ada pelapor 1.300 orang yang memanfaatkan DETAK,” ujar Saifur Rohman.

Dengan aplikasi DETAK ini, diharapkan pasien jantung dapat tertangani secara cepat dan tidak sampai terlambat. Selain membantu pengguna, sistem sejenis juga telah dikembangkan di Puskesmas untuk membantu tenaga medis dan kesehatan memberikan penanganan tepat bagi penderita sakit jantung.

Fasilitas kesehatan yang telah terdata aplikasi DETAK antara lain, wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, Lumajang, Pamekasan, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Mereka juga bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar