Pendidikan & Kesehatan

Milenial Gresik Wajib Kampanyekan Prokes di Tengah Pandemi Covid-19

Gresik (beritajatim.com) – Sektor kesehatan dan ekonomi tak bisa dipisahkan ditengah masih merebaknya pandemi Covid-19. Kendati wilayah Gresik statusnya sudah masuk zona kuning. Namun, protokol kesehatan (Prokes) tak boleh diabaikan.

Menurut Sekretaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Gresik, Septrianto Maulana menuturkan, sewaktu ada pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan minus 5 persen. Namun, saat ini perlahan-lahan turun minus 3 persen berarti ekonomi bisa berjalan meski lambat. “Sektor UMKM yang semula ada krisis menjadi penopang ekonomi. Tapi, saat ada pandemi Covid-19 malah terpuruk,” tuturnya, Selasa (2/11/2020).

Di masa new normal pandemi ini kata dia, diharapkan sektor UMKM tetap bergerak meski mengkedepankan protokol kesehatan. Sebab, dari sisi pelaku usaha. Virus Covid-19 yang semula dianggap menakutkan tapi bagaimana kini diolah menjadi berkah. “Meski pandemi Covid-19 belum berakhir dan sudah berjalan sembilan bulan. Sektor UMKM harus tetap berjalan asal tetap mengekedepankan prokes,” katanya.

Sementara itu, Dirut RS Fathma Medika yang juga mencalonkan diri sebagai Cawabup Gresik, dr Asluchul Alif menyatakan adanya pandemi ini masyarakat disadarkan betul bagaimana menjaga kebersihan setiap hari. Misalnya, sering mencuci tangan pakai sabun, menjaga jaral dan mengenakan masker. “Ketiga budaya itu wajib dikedepankan sebab penyebaran virus Covid-19 belum berakhir. Sebagai golongan milenial wajib mengkampanyekan hal ini,” ungkapnya.

Politisi asal Partai Gerindra itu juga menuturkan, milenial Gresik tidak boleh terlena atau hanya menerima kenyataan. Pasalnya, menurut agama islam kalau ingin sukses harus bisa merubah dirinya sendiri. “Jangan sampai ada pandemi malah menerima kenyataan saja. Kalau bisa dibalik wabah ini dijadikan berkah untuk bangkit lagi,” pungkasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar