Pendidikan & Kesehatan

Menunggak Bayar Iuran JKN BPJS Kesehatan, Begini Solusinya

Kepala Bagian (Kabid) Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Feredian Pajar Riyadi. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mojokerto mensosialisasi program keringanan pembayaran tunggakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta BPJS Kesehatan yang menunggak iuran lebih dari enam bulan. Program relaksasi tunggakan ini bisa dimanfaatkan selama pandemi Covid-19.

Tujuan relaksasi tunggakan secara konkret sebagai solusi untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan non aktif akibat menunggak iuran. Yakni dengan cara mengangsur separuh atau minimal enam bulan dari jumlah keterlambatan pembayaran bulanan tersebut.

Kepala Bagian (Kabid) Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Feredian Pajar Riyadi mengatakan, relaksasi tunggakan merupakan keringanan selama pandemi Covid-19. “Peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan secara optimal lantaran masih ada waktu selama tiga bulan ke depan untuk mengikuti program relaksasi iuran ini,” ungkapnya, Jumat (25/9/2020).

Masih kata Pajar, persyaratan untuk mengajukan relaksasi tunggakan iuran yaitu peserta yang menunggak iuran BPJS Kesehatan minimal enam bulan. Pembayaran iuran BPJS Kesehatan juga bisa melalui Auto Debet agar tidak terlambat atau lupa membayar iuran bulanan sehingga cukup memantau keaktifan kepesertaan saja.

“Relaksasi tunggakan iuran ini tidak menghilangkan denda keterlambatan yang sebelumnya terhitung 45 hari sejak kepesertaan non aktif. Sebab, tunggakan iuran hanya untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan agar dapat dipergunakan. Jika kepesertaan JKN sudah aktif maka tidak akan dikenakan denda,” katanya.

Program keringanan pembayaran tunggakan JKN hanya menjadikan kepesertaan BPJS Kesehatan dari non aktif dan menjadi aktif tanpa harus membayar seluruh jumlah tunggakan iuran secara kontan lantaran dapat mengangsur sesuai kemampuan. Program tunggakan dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN yang aktifitasi hanya bisa dilakukan pada tanggal 1 sampai 25 setiap bulan.

Sebanyak 40 persen dari seluruh kepesertaan JKN dan 24 persen tunggakan iuran yang tertunda di BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto. BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto sendiri meliputi tiga kabupaten/kota. Yakni Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto dan Kota Jombang. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar