Pendidikan & Kesehatan

Menteri Nadiem Ubah Kuota PPDB, Dewan Pendidikan Beri Apresiasi

Surabaya (beritajatim.com) – Kebijakan baru sistem pendidikan mulai diterapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di bidang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi nampaknya membawa angin segar. Pasalnya dibanding dengan kebijakan PPDB Pemprov Jatim, presentase kuota untuk siswa berprestasi dari Menteri Nadiem lebih banyak.

Presentase PPDB zonasi dari Pemprov Jatim yang telah diterapkan sejak tahun 2019 hanya membuka 20 persen kuota untuk siswa berprestasi sedangkan kuota dari Menteri Nadiem sebanyak 30 persen.

Perubahan ini utamanya menyasar para siswa berprestasi yang ingin menempuh pendidikan di sekolah favorit pilihan mereka dan juga siswa kurang mampu. Melihat hal ini, Dewan Pendidikan Surabaya, Martadi melihat presentase minimum yang ditetapkan Nadiem akan mampu meredam gejolak orang tua.

“Dari segi komposisi antar presentasenya lebih bagus karena ruang bagi anak berprestasi cukup tinggi. Kemudian akan mengurangi protes orang tua juga yang kemarin komplain karena jarak sekolah dan rumah tidak terjangkau,” ujarnya, Kamis (12/12/2019).

Namun, menurutnya parameter prestasi harus lebih diperjelas. Prestasi apa saja yang dikategorikan akademik ataupun non akademik.

“Definisi prestasi ini bagaimana, apakah nilai UN dianggap prestasi. Yang non akademik seperti apa, apakah pelajar harus meloporkan prestasinya atau jenis prestasi lainnya bagaimana,” lanjutnya.

Menegaskan kebijakan tersebut, Murtadi juga meminta Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan Dewan Pendidikan Jatim segera merumuskan formukasi PPDB Zonasi tahun 2020. Pasalnya dengan adanya perubahan aturan dari Mendikbud terkait presentase PPDB zonasi maka perlu ada peninjauan kembali petunjuk teknis PPDB Kota Surabaya.

“Jadi harus segera mengundang stakeholder untuk membuat formulasi PPDB. Mulai dari MKKS sekolah negeri dan swasta, komite, DPRD hingga Dewan pendidikan,” tambahnya.

Dengan waktu yang singkat, Martadi mengungkapkan setidaknya Januari Dindik sudah melakukan evaluasi dan merumuskan PPDB.

“Pengalaman tahun sebelumnya butuh waktu untuk sosialisasi. Untuk merumuskan dan memformulasikan dengan kebijakan baru menteri ini

Sebelumnya, telah diberitakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim melakukan perubahan presentase PPDB Zonasi.

Perubahan ini utamanya menyasar para siswa berprestasi yang ingin menempuh pendidikan di sekolah favorit pilihan mereka dan juga siswa kurang mampu. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar