Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Kaum Disabilitas Jadi Korban Bencana

Mensos Risma Akan Terbitkan Surat Edaran

Mensos Tri Rismaharini saat berkunjung ke Milenial Koffie di Dusun Genengan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Menteri Sosial Tri Rismaharini akan menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait disabilitas untuk mengantisipasi kaum disabilitas menjadi korban bencana alam. Hal tersebut disampaikan usai meresmikan Milenial Koffie di Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto milik anak ketergantungan narkoba binaan Kementrian Sosial (Kemensos).

“Kami akan menanggani karena memang Kementrian kami bertugas kalau ada bencana. Tapi bahwa sebetulnya kita harus banyak belajar tentang alam ini. Sekali lagi, agar tidak ada kejadian sampai menimbulkan korban jiwa. Saya akan buat edaran untuk seluruh daerah,” ungkapnya, Jumat (5/2/2021).

Masih kata mantan Wali Kota Surabaya ini, ia sudah membahas bersama dengan Staf Khusus Presiden yang menanggani disabilitas. Misalnya, lanjut Risma, di rumah diberikan tanda jika ada lansia, ada yang sakit dan disabilitas yang lain.

“Kenapa? Ini penting kalau terjadi bencana, orang tidak lupa dan mencari. Saya masih cek yang di Pasuruan yang meninggal, lansia 72 tahun dan seorang anak. Saya akan cek anak ini kenapa sampai menjadi korban. Saya pengalaman pernah jadi Wali Kota, ada bencana dia meninggal,” katanya.

Ternyata, lanjut Risma, korban merupakan tuna rungu sehingga saat terjadi bencana dan diberi tahu, korban tidak mendengar. Dengan penandatanganan di masing-masing rumah yang memiliki anggota keluarga disabilitas diharapkan bisa mengantisipasi kaum disabilitas menjadi korban bencana alam.

“Karena itu saya akan diskusikan supaya ke depan para tetangga teringat jika ada yang masih di dalam rumah harus ditolong, mungkin tidak bisa berjalan. Ini sedang kita godok, supaya hal seperti itu bisa terhindarkan. Mungkin berupa stiker yang ditempel, seperti bayar PBB sudah lunas kemudian stiker ditempel,” katanya.


Menurutnya, SE tersebut masih dibicarakan karena ada sebagian disabilitas di beberapa tempat yang menolak. Mereka meminta agar disamakan dengan manusia normal pada umumnya. Risma menambahkan, karena di sejumlah daerah disabilitas menjadi korban karena ketidaktahuan masyarakat.

“Di beberapa kali kejadian itu memang ada seperti itu. Saat saya jadi Wali Kota, ada tuna rungu tertabrak kereta api. Karena kita tidak tahu, kondisi terlihat normal tapi tuna rungu atau tuna wicara, jika kita tahu kita bisa menyelamatkan. Ini menang sangat sensitif tapi kita bisa hindari hal-hal seperti itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Sri Susminanti dan Nanda Sekar Arum, warga Dusun Genuk Watu, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jatim, ditemukan tewas terseret banjir pada Rabu (3/2/2021) petang. Korban ditemukan Kamis (4/2/2021) sekitar pukul 06.00 WIB di dua lokasi yang berbeda. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar