Pendidikan & Kesehatan

Menristekdikti: Saya Tidak Pernah Melarang Aksi Mahasiswa

Mahasiswa Universitas Jember saat membentangkan poster protes usai bertemu Menristekdikti

Jember (beritajatim.com) – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyatakan tak pernah melarang mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa. Aksi unjuk rasa dinilainya merupakan hak warga negara.

“Tapi kampus tidak boleh mengerahkan. Kampus perguruan tinggi negeri kami larang. Tidak boleh. Tapi mahasiswa punya hak sendiri. Rektor tidak boleh menggerakkan mahasiswa untuk demo,” kata Nasir kepada wartawan, usai acara seremonial soft launching gedung integrated laboratory di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (10/10/2019).

Apakah ada rektor yang kena sanksi karena melanggar larangan itu? “Dari perguruan tinggi negeri tidak ada. Kami sudah kumpulkan,” kata Nasir.

Senin (14/10/2019), Nasir akan kembali mengumpulkan seluruh rektor perguruan tinggi negeri. “Saya monitoring dan evaluasi para rektor dalam penggunaan anggaran. Kedua, capaiannya. Ketiga, terkait penyimpangan-penyimpangan apa saja yang terjadi,” katanya. Setiap tiga bulan sekali, ia memanggil rektor untuk melakukan evaluasi kinerja.

Saat bertemu dengan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jember, Nasir mengatakan, tak melarang seseorang menyatakan pendapat. “Itu hak individu. Tapi saya ingin mengajak para mahasiswa berdiskusi dengan kepala dingin, dengan para ahli,” jelasnya. [wir]

Apa Reaksi Anda?

Komentar