Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Menko PMK: Trauma Psikis Korban Tragedi Kanjuruhan Harus Segera Ditangani

Menko PMK Muhadjir Effendy berdialog dengan Aremania bahan Tragedi Kanjuruhan (Foto: Muhammad Afnani Alifian/beritajatim.com)

Malang (beritajatim.com) – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengungkapkan Tragedi Kanjuruhan menimbulkan trauma psikis terutama pada korban. Kondisi ini perlu segera dipulihkan agar tidak berkepanjangan.

“Korban cedera fisik mudah diukur. Masalahnya kalau sudah cedera mental dan psikis, paling hanya bisa menangkap simbol psikosomatik saja, sehingga perlu tindakan profesional psikolog untuk tahu mendalam,” terang Muhadjir saat pembekalan lapang Trauma Support Mobility di Basement Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (6/10/2022).

Muhadjir menyatakan saat ini, jumlah korban meninggal akibat Tragedi Kanjuruhan sudah 131 jiwa. Sementara para korban luka tengah dirawat dan menjalani masa pemulihan.


Dia mengimbau agar korban segera mendapat penanganan psikologis. Namun, dia berpesan penanganan jangan sampai berlebihan terutama pada anak-anak.

“Saya kira di luar sana meskipun tidak nonton langsung tapi banyak yang stress. Yang tidak ikut ke stadion, orangtua atau anaknya harus dicek betul, jangan sampai juga over penanganan terutama pada anak-anak. Kalau sampai mendapat perhatian lebih, saya kira tidak bagus untuk pertumbuhan,” imbuh Muhadjir.

Dia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan atas tragedi yang terjadi usai laga Arema FC kontra Persebaya. Pelayanan kemanusiaan yang bersifat imparsial, non diskriminasi yang dapat melibatkan semua pihak memiliki kapasitas di bidang psikologi.

Terkait pembiayaan, Muhadjir menjelaskan di pemerintah kabupaten maupun kota sudah ada pendanaan SP (siap pakai) dengan besaran 2 persen dari total APBD. Dia menyatakan dana tersebut dapat digunakan sehingga penanganan tidak terhambat.

“Jangan sampai terhambat karena masalah operasional yang belum terpenuhi. Termasuk dana desa, ada 40 persen untuk memberikan Bansos. Di desa maupun tingkat kabupaten kota ada dana darurat,” paparnya lebih lanjut.

Lebih lanjut, mantan Rektor UMM itu berharap ada laporan langsung terkait perkembangan.

“Tolong di blow-up dan diekspos, jangan sampai ada kesan kita tidak melakukan apa-apa. Mudah mudahan ini jadi amal baik saudara, yang balasannya akan diberikan Tuhan,” tutupnya. [dan/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar