Pendidikan & Kesehatan

Menko PMK Muhadjir Effendy: Tidak Semua Warga Divaksin Covid Merah Putih

Gresik (beritajatim.com) – Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menegaskan tidak warga divaksin Covid-19 atau vaksin merah putih untuk menekan laju penyebaran virus yang mematikan itu.

Mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) itu menjelaskan vaksin merah putih yang diproduksi oleh pemerintah hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang sudah terdata sesuai by name dan by adress.

“Warga yang mendapat vaksin ini harus jelas. Nama dan alamatnya sesuai. Jadi jangan dibayangkan pemberian vaksin gratis tersebut seperti memberi vaksin polio atau cacar,” ujarnya usai memberikan bantuan di Kantor Pemkab Gresik, Jumat (14/11/2020).

Muhadjir menuturkan, tujuan pemberian vaksin gratis tersebut hanya untuk menciptakan kekebalan tubuh. Jadi tidak semua orang divaksin. Tapi bagaimana vaksin merah putih yang diproduksi pemerintah ini bisa melindungi yang tidak divaksin.

“Paling tidak adanya vaksin ini bisa memperkecil jumlah orang yang terinfeksi. Maka nanti yang sudah divaksin menjadi semacam agen melindungi yang lain,” tuturnya.

Ia menambahkan, vaksin ini nantinya diberikan kepada warga yang berusia 19 hingga 59 tahun. Sedangkan usia diatas 59 tahun dan memiliki penyakit penyerta, atau komorbid sementara belum ada vaksinnya. Karena itu, yang melindungi adalah yang sudah divaksin.

Masih menurut Muhadjir, sesuai arahan Presiden Jokowi. Vaksin gratis ini biayanya ditanggung pemerintah termasuk penerima BPJS maupun BPI. Ada juga yang mandiri dimana biayanya ditanggung oleh perusahaan atau pihak ketiga.

“Diperkirakan minggu ketiga Desember 2020 sudah bisa dibagikan. Tapi semua itu bisa berubah karena pemerintah tidak ingin tergesa-gesa,” paparnya.

Sesuai skemanya, vaksin gratis atau vaksin merah putih tersebut tidak dibagikan secara keseluruhan. Pasalnya, pemerintah memiliki patokan sendiri. Contohnya, jumlah guru yang totalnya mencapai 4 juta orang, tidak semuanya divaksin. Hal yang sama pada jumlah personel TNI yang mencapai 600 ribu orang.

Sebelumnya, Muhadjir Effendy juga membagikan bantuan alat kesehatan (Alkes) di RS Muhammadiyah Gresik. Di rumah sakit tersebut, Menko PMK itu berkeliling ke setiap ruangan. Bahkan, berbincang-bincang dengan dokter serta tenaga perawat yang bertugas.

“Di RS Muhammadiyah Gresik saya juga memastikan bantuan yang diterima tepat sasaran. Sebab, saran dari presiden semua bantuan wajib dicek karena untuk membantu pemulihan ditengah pandemi Covid-19,” urainya.

Sementara itu Bupati Sambari Halim Radianto mengatakan, selama pandemi Covid-19 yang berjalan delapan bulan. Wilayah Gresik yang semula masuk zona merah. Kini, berangsur-angsur masuk zona oranye. Kendati demikian, dirinya tetap menghimbau masyarakat tetap mengkedepankan protokol kesehatan (Prokes).

“Target kami memang ke zona hijau tapi hal tersebut harus diimbangi dengan kedisiplinan masyarakat meningkatkan prokes serta mengaplikasikan 3M. Yakni, mengenakan masker, mencuci tangan pakai sabu, dan menjaga jarak,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar