Pendidikan & Kesehatan

Menko PMK: Masa New Normal Bantuan dari Pemerintah Akan Berkurang

Menko PMK Muhadjir Effendi di Kampung Tangguh di RW 05 Purwantoro, Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Menko PMK Muhadjir Effendi mengatakan, bantuan sosial tunai dari pemerintah kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 90 persen. 10 persen sisaya terkendala, pengirman area yang sulit terjangkau.

“Untuk seluruh Indonesia, Bantuan Sosial Tunai (BST) ini sudah mendekati 90 persen. Memang masih ada 10 persen di wilayah remote area yagn pengirimannya memerlukan waktu cukup lama, bisa sampai seminggu,” kata Muhadjir di Malang, Kamis, (4/6/2020).

Muhadjir mengatakan, untuk di Kota Malang bantuan selama tiga bulan terakhir sebesar Rp600 ribu. Namun, seiring berjalannya waktu menuju masa transisi new normal bantuan sosal tunai akan turun 50 persen menjadi Rp 300 ribu. Nilainya memang berkurang, namun bantuan akan tetap diberikan sampai Desember.

“Untuk yang di Kota Malang, satu bulan Rp600 ribu, nanti akan diperpanjang sampai Desember. Untuk bulan-bulan sisanya akan dikurangi menjadi Rp300 ribu. Jadi untuk menyongsong new normal, bantuan akan semakin dikurangi. Artinya nilainya dikurangi, tetapi bantuan tetap diberikan sampai Desember,” papar Muhadjir.

Muhadjir mengungkapkan, bahwa pengurangan itu berlaku bagi seluruh wilayah Indonesia. Muhadjir mengatakan, tumpang tindih data sudah bisa dihindari. Belum diketahui akan langsung dihapus. Misalnya yang dapat bantuan langsung tunai (BLT) Desa, ternyata yang bersangkutan dapat dari BST, maka BLT Desa akan ditarik lagi uangnya yang dari BLT Desa. Karena uangnya ada di kas desa, sehingga lebih mudah ditarik.

“Pengurangan itu untuk seluruh Indonesia. PSBB ada kebijakan lain. Pengurangan dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu. Akan tetapi untuk tiga bulan kedepan itu Rp600 ribu per bulan,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar