Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Menko PMK : Covid-19 Tidak Lagi Penyumbang Angka Kematian Tertinggi

Menteri Koordinator Bidan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy di Malang.

Malang (beritajatim.com) – Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkapkan saat ini Covid-19 bukan lagi menjadi penyebab kematian tertinggi. Angka kematian akibat Covid-19, kata dia, kini sudah di bawah penyakit lain.

“Saat ini sebetulnya angka kematian sudah di bawah penyakit lain misalnya penyakit kanker, pheneumonia non-spesifik, bahkan ginjal lebih tinggi dibandingkan Covid-19 sekarang,” ujar Muhadjir di Malang, Selasa (24/5/2022).

Data per April 2022, kata Muhadjir, kematian akibat Covid-19 tidak tinggi. Dia bahkan menyebut secara de facto, pandemi kini sudah menuju endemi.

Sebelum Lebaran, Muhadjir telah memerintahkan tim untuk melakukan survei di sejumlah rumah sakit di DKI Jakarta. Hasil survei menunjukkan kematian disebabkan Covid-19 sangat rendah, jauh di bawah penyakit yang umum dan cukup dikenal masyarakat.

“Dengan ini mengindikasikan bahwa Covid-19 tidak menjadi penyakit yang menyumbang angka kematian dan kesakitan yang tertinggi,” kata dia.

Meski kini Indonesia sedang memasuki era endemi, dia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat dengan salah satunya rajin cuci tangan. Sebab kondisi endemi mensyaratkan masyarakat hidup berdampingan dengan Covid-19 yang sudah tidak lagi mewabah.

“Namanya endemi itu penyakitnya masih ada tapi sudah tidak mewabah, makanya kita berlakukan sama dengan penyakit infeksius lainnya. Pokoknya sama dengan penyakit yang bakteri virus dan jamur itu yang biasanya menjadi infeksi,” imbuh Muhadjir.

Selain itu, Muhadjir juga mengungkapkan rencana pemerintah ke depan adalah menghentikan subsidi dengan mengalihkan pembiayaan pasien Covid-19 ke BPJS Kesehatan. Semua pasien Covid-19 akan dilayani sesuai kategori kepersertaan di BPJS Kesehatan.

“Kalau nanti sudah endemi otomatis Covid-19 menjadi penyakit biasa, penyakit infeksius biasa. Karena penyakit infeksius biasa penanganannya juga biasa termasuk nanti biayanya dialihkan dari subsidi pemerintah ke BPJS. Untuk penderita yang punya BPJS bayar mandiri ya diberlakukan seperti iuran, tetapi yang terkena Covid-19 tergolong tidak mampu ya nanti BPJS ditanggung pemerintah sama dengan penyakit lain,” tandasnya. (luc/beq)

 

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar