Pendidikan & Kesehatan

Meninggal Terpapar Covid-19, Nakes di Banyuwangi Tinggalkan 3 Anak

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono

Banyuwangi (beritajatim.com) – Seorang tenaga kesehatan asal Puskesmas Licin, Banyuwangi meninggal setelah berjuang dari paparan Covid 19. Ia meninggal saat menjalani perawatan intensif di RSUD Blambangan, Kamis (24/6/2021).

Perjuangan seorang nakes ini cukup besar. Dia menjadi salah satu garda terdepan penanganan penyakit yang merenggut nyawanya. Kini, yang bersangkutan menjadi korban, sekaligus mengakhiri masa baktinya dengan tenang.

 

Sebelum meninggal, yang bersangkutan menjadi single parent dan tulang punggung keluarga. Bahkan, miris karena nakes ini ternyata meninggalkan tiga anak yang masih kecil. Tentu, perhatian akan tertuju pada buah hati yang kini harus menjadi yatim piatu.

Semakin pedih, tiga anak tersebut ternyata telah jauh dari belaian kasih sayang seorang ayah. Pasalnya, usut punya usut sang ayah telah meninggal lebih dulu beberapa tahun silam.

“Tentu akan kita perhatikan nasib putra-putrinya. Karena suaminya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Anak-anaknya yatim piatu sekarang. Mohon doanya agar almarhumah diterima di sisi Allah SWT. Semoga keluarga diberi kesabaran,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, Kamis (24/6/2021).

Kepergian seorang nakes ini menambah daftar petugas kesehatan yang meninggal akibat Covid 19. Kondisi ini sekaligus menjadi perhatian 9 nakes lainnya serta sejumlah wartawan Banyuwangi yang kini juga menderita positif Covid 19.

“Sama dengan nakes lainnya, almarhum ini merupakan pejuang di garda terdepan untuk memerangi Covid 19. Mohon kiranya agar masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan. Ini demi keselamatan diri kita sendiri,” tutup pria yang juga menjabat juru bicara Satgas Covid 19 Banyuwangi ini.

dr. Rio juga mengingatkan agar masyarakat tidak abai terhadap protokol kesehatan. Apalagi dalam beberapa hari terakhir terjadi ledakan kasus Covid 19 di Banyuwangi. “Mohon kepada seluruh masyarakat tak henti-hentinya untuk kembali menginginkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Jangan lengah karena pandemi ini belum berakhir,” pungkasnya. [rin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar