Pendidikan & Kesehatan

Apartemen Mahasiswa Unipdu Jombang

Mengintip Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Berfasilitas Siraman Rohani dan ‘Free Wifi’

Apartemen mahasiswa (Aparma) Unipdu yang digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 di Jombang, Selasa (30/6/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Bangunan megah berlantai tiga itu berdiri kokoh di antara pepohonan jati. Meski berada di komplek PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso, Kecamatan Peterongan, Jombang, namun lokasi bangunan ‘wah’ tersebut letaknya terpencil.

Yakni di antara hamparan sawah dan tanaman keras seperti pohon jati. Itulah Aparma (Apartemen Mahasiswa) Unipdu (Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum). Nah, mulai Selasa (29/6/2020), apartemen tersebut beralih fungsi. Karena digunakan sebagai tempat isolasi pemulihan pasien Covid-19. Hal itu menyusul tingginya jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Santri.

“Semuanya sudah siap. Sesuai jadwal, sore ini pasien Covid-19 menghuni Aparma Unipdu. Ada 15 petugas yang setiap hari stanby untuk melayani pasien. Tentunya, pelayanan tersebut tidak melakukan kontak secara langsung,” ujar pengasuh PPDU KH Zulfikar As’ad (Gus Ufik) usai melakukan pengecekan.

Penanggung jawab Aparma Unipdu DR Nasrudin menambahkan, seluruh ruangan sudah ditata sedemikian rupa. Dia kemudian menunjukkan kamar-kamar yang akan dihuni oleh pasien. Ukuran kamar 6×4 meter. Di dalamnya terdapat dua tempat tidur, dua lemari, kipas angin, serta meja berikut kursi. Tirai-tirai juga menghiasi jendela kamar. Lantainya bersih mengkilat.

Nasrudin kemudian memutar kipas angin yang menempel di dinding kamar. Dilanjutkan mengecek shower yang ada di kamar mandi. Semuanya lancar dan siap dipakai. “Seperti kamar hotel. Kasurnya juga empuk,” ujar dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Unipdu sembari menduduki kasur yang dimaksud.

Gus Ufik menambahkan, di Aparma Unipdu terdapat 32 kamar. Nah, masing-masing kamar terdapat dua tempat tidur atau bed. Dengan begitu Aparma bisa menampung 64 pasien Covid-19. Sudah begitu, pasien yang tinggal di Aparma juga dimanjakan dengan free wifi atau jaringan internet gratis. Petugas yang ada di Aparma akan memantau para pasien menggunakan kamera pengintai atau CCTV.

Petugas mengecek kamar tidur yang ada di Aparma Unipdu Jombang, Selasa (30/6/2020)

Putra dari KH Asad Umar ini menandaskan, ruang isolasi Aparma sangat berbeda dengan tempat isolasi lainnya. Karena letaknya di pesantren, pasien juga akan mendapatkan siraman rohani dari sejumlah kiai. Jadwalnya setiap Kamis selepas magrib.

Kiai yang sudah dijadwalkan mengisi ceramah diantaranya KH Zaimuddin Asad dan Profesor DR KH Ahmad Zahro. “Ini untuk memberikan mereka motifasi, agar tetap semangat untuk sembuh. Tetap semangat menjalani hidup,” ujar Gus Ufik.

Pasien seperti apa yang tinggal di Aparma Unipdu? Gus Ufik menjelaskan, pasien yang menjalani isolasi di Aparma adalah mereka yang dinyatakan positif dan kondisinya membaik. Semisal, pasien pasien yang sudah menjalani swab, dan tinggal menunggu hasil.

Seperti diketahui, jumlah positif Covid-19 di Jombang terus mengalami peningkatan. Hingga Selasa (30/6/2020) pukul 15.00 WIB, jumlah positif corona mencapai 257 orang. Dari jumlah itu, 191 pasien masih dirawat, kemudian 47 orang sembuh, serta 19 orang meninggal.

Pemkab Jombang juga menggunakan dua tempat sebagai rumah isolasi. Yakni di STIKES Pemkab Jombang dan gedung tennis indoor. Namun demikian, dua tempat tersebut sudah penuh. Hingga akhirnya pengurus PPDU menawarkan Aparma sebagai tempat isolasi. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar