Pendidikan & Kesehatan

Mengenang Harry Soerjono, Bapak Anak yang Meninggal Akibat Covid-19

Pejabat eselon II Harry Soerjono dan Keluraga semasa hidup

Gresik (beritajatim.com) – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Gresik kembali kehilangan. Setelah sebelumnya salah satu staf bagian umum dipanggil menghadap Sang Pencipta. Giliran pejabat eselon II Harry Soerjono juga dipanggil Sang Khaliq bersama putranya drg Moch. Khairullah Fakhri Suryono akibat terpapar Covid-19 tadi malam.

Harry Soerjono yang akrab dipanggil teman-teman wartawan ‘Pak Harry Lepok’ sangat familiar dengan siapapun. Sebelum dipanggil oleh Allah SWT. Almarhum sempat mengeluh badannya sakit semua, dan diminta dipijit. Karena merasa tak enak badan. Almarhum diantar putra pertamanya yang berprofesi sebagai dokter gigi ke rumah sakit.

Setelah menjalani pemeriksaan di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya, dan masih ditengah pandemi Covid-19. Almarhum diminta menjalani pemeriksaan swab. Hasilnya, positif dan seketika itu almarhum Harry Soerjono dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya pada 7 Juli 2020.

Selang dua hari kemudian pada 9 Juli 2020, anak pertama almarhum drg Moch. Khairrulah Fakri Suryono juga terpapar virus yang mematikan itu. Akhirnya, bapak dan anak kesayangannya itu dirujuk dalam satu ruangan khusus. Hampir 10 hari lebih almarhum dan anaknya dirawat dengan mengenakan alat bantu pernafasan ventilator. Namun, Allah SWT berkendak lain. Keduanya dipanggil untuk selama-lamanya.

“Anak pertamanya dulu dipanggil Sang Khaliq. Beberapa jam kemudian Om Harry Soerjono juga dipanggil selama-lamanya akibat Covid-19,” ujar Yoni salah satu keponakan almarhum melalui via what’s app kepada penulis, Selasa (21/07/2020).

Ada kenangan tersendiri, saat almarhum masih hidup baik itu saat menjabat Kabag Umum, Staf Ahli Bupati, Sekwan DPRD Gresik, Kepala Inspektorat maupun saat menjabat Asisten I Sekda Pemkab Gresik.

“Dia Mas Harry Lepok itu orangnya loss gak rewel sama teman-teman wartawan yang bertugas di Gresik,” ujar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, M.Sholahuddin, Selasa (21/07/2020).

Sosok Harry Soerjono memang tak asing bagi para ASN maupun pejabat yang bertugas di Pemkab maupun DPRD Gresik. Bagi penulis ada kedekatan yang tak bisa dilupakan sewaktu masih berkecimpung menangani Persegres Gresik saat berkompetisi di kasta tertinggi ISL musim 2011-2012.

Diskusi bareng dan berbicara soal pemain, kerap kali dilakukan sambil mencicipi minuman ringan di ruangannya. Penulis baru mengerti kalau menangani sepak bola tidak semudah seperti membalikan tangan. Dari situ almarhum bercerita banyak bahwa sepak bola itu tidak hanya membutuhkan dukungan suporter saja. Tapi dukungan sponsorship serta financial juga harus kuat.

“Saya dulu punya ide, di Gresik banyak perusahaan menengah maupun besar. Bagaimama kalau perusahaan tersebut diberi kewenangan memilih pemain. Tapi ini cuma ide saja,” ungkap almarhum Harry Soerjono kepada penulis.

Setelah bersama tim Persegres, dan klub ini tak menuai banyak prestasi. Tenaga Harry Soerjono pun tak dipakai. Namun, saat bertemu penulis selalu menyempatkan berdiskusi soal kemajuan sepak bola Gresik.

Kini, almarhum Harry Soerjono dan putranya sudah dimakamkan sesuai standar Covid-19. Sosok orang yang supel kepada siapapun dan tanpa jarak itu sudah memberi kenangan tersendiri. Bahkan, salah satu rekan almarhum AM.Reza Pahlevi yang saat ini menjabat Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik juga merasa kehilangan.

“Almarhum orang baik, dan saya banyak belajar dengan dia. Semoga Mas Harry Soerjono dan putranya Husnul Khotimah,” pungkas Reza Pahlevi. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar