Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Mengenal Omicron, Varian Baru Covid-19 yang Sudah Masuk Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Melalui data dari WHO atas South Africa’s Natinonal Institute for Communicable Disease & Louis Rossouw terkait varian Omicorn di Distrik Thswane, Gauteng, Afrika Selatan yang menjadi tempat Omicron paling banyak terdeteksi dalam 7 hari pemantauan (11-28 November 2021).

Dari data tersebut terpantau bahwa tingkat penularan Omicron lebih tinggi dari pada Delta, tetapi tingkat keparahan tidak lebih tinggi dari Delta. Penularan Omicron pun tercatat lebih tinggi pada anak-anak dan masa dewasa produktif.

Memperhatikan gerak tiap varian Covid-19 seperti Delta memerlukan waktu kurang lebih 3 bulan untuk menggantikan varian Alpha, terlebih daya expansial Omicron yang tinggi memungkinkan dalam 3 bulan Omicron sudah akan menggantikan varian Delta sebagai dominasi desease di sebuah populasi.

Dari data yang dikumpulkan dari perkembangan kasus Covid-19 seperti di Bosnowa yang 80 persen pasien terpapar Omicron merupakan pasien yang belum menndapatkan vaksinasi sehingga penularan lebih banyak terjadi pada orang yang belum divaksinasi.

“Dari data tersebut menunjukkan bahwa vaksinasi melindungi dari infeksi dan rawat inap, vaksinasi mencegah kita terpapar Omicron,” ujar Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, PhD dalam webminar Forum Diskusi Denpasar 12.

Efektivitas vaksin terhadap penyakit simpotamik pada Omicron menurun dibandingkan Delta, juga kemampuan netralisasi dan inhibisi antibodi monoklanal pun menurun. “Jadi efektivitas vaksin terhadap Omicron menurun hingga 37 persen pada tipe vaskin mRNA seperti Moderna atau Pfitzer. Tetapi meski efektivitas menurun tetap lebih baik daripada tidak vaksin sama sekali,” ujar dr Dante

Oleh karenanya langkah yang bisa dilakukan adalah terhindar dari infeksi Covid-19 dengan melakukan vaksinasi dan ketat dalam protokol kesehatan 5M dan pemerintah pun fokus pada 3T. [adg/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar