Pendidikan & Kesehatan

Mengenal Jaringan Perineum, Penentu Elastisitas Jalan Lahir Bayi

Surabaya (beritajatim.com) – POGI kembali mengadakan workshop sebagai rangkaian acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) POGI 2019, kali ini tema yang diangkat adalah Perineal Rupture and Vaginal Surgery, di Gedung PPJT lantai 8 RSUD Dr Soetomo, Jumat (5/7/2019).

Workshop Perineal Rupture and Vaginal Surgery ini membahas tentang penting tidaknya tindakan Episiotomi. Episotomi adalah sayatan yang dibuat pada perineum (jaringan di antara jalan lahir bayi dan anus) pada saat proses persalinan.

Episiotomi pada dasarnya adalah tindakan yang tergolong sederhana. Dokter atau bidan akan menyuntikkan bius lokal ke area sekitar vagina agar Ibu tidak merasakan sakit. Tetapi Episiotomi ini dalam himbauan medis tidak selalu dianjurkan. Dalam beberapa kasus Episiotomi atau sayatan tidak perlu dilakukan, sebab dalam beberapa kasus kelahiran normal tanpa sayatan lebih baik dan mengurangi resiko kerusakan.

Menurut Dr Hari Paraton dr SpOG K Uroginekologi Rekonstruksi, pada beberapa orang sayatan tidak diperlukan karena jaringan perineum memiliki kelenturan atau elastisitas yang baik. Tetapi jika dalam proses persalinan terjadi robek dengan sendirinya pada jaringan perineum maka pendarahan yang terjadi lebih sedikit dari pada pendarahan akibat Episiotomi.

Dr Hari menerangkan kepada peserta workshop tentang perineum

Episiotomi dapat dilakukan apa bila jalan lahir bayi kaku dan tidak elastis, bayi tidak dapat cepat keluar atau macet, pada kasus bayi dalam ancaman seperti detak jantung melemah, bayi kepala lunak, bayi terlampau besar dan letak sungsang.

“Panduannya tidak digunting atau Episiotomi kerena kalau digunting robeknya meluas. Kalau robek sendiri pendarahan lebih sedikit dan hasil penyembuhan lebih baik,” ujar Dr. Hari.

Namun jika pasien harus mengalami Episiotomi maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti timing untuk melakukan sayatan, yakni pada saat perineum sudah sangat tipis dikarenakan perenggangan sewaktu proses persalinan.

“Harus menunggu perineum sampai setipis kertas, karena kalau diawal awal sudah disayat duluan malah membuat kerusakan lebih besar karena banyak jaringan yang terpotong,” terang Dr. Eighty M K dr SpOG K.

Dr Eighty pun mengatakan dalam proses Episiotomi sebaiknya tidak ragu-ragu. Biasanya sayatan akan sepanjang 3-4 cm.

“Jangan hemat menggunting, sekalian saja. Untuk penjahitan kembali juga harus disesuaikan dengan posisi jaringan semula,” ujarnya.

Kemampuan dalam mengembalikan fungsi dan bentuk vaginal kembali sesuai kondisi semula setelah terjadi robekan, baik secara alami maupun Episiotomi belum sepenuhnya didalami oleh tenaga medis.

“Kalau spesialis Obgyn sudah belajar dalam hal ini (mengembalikan fungsi dan fashion vaginal, red) dengan sesempurna mungkin, tetapi yang benar benar bidangnya adalah yang Spesialis Obgyn Uroginekologi Rekonstruksi,” ujar dr Hari.

Dalam beberapa kasus, dimana kelahiran tanpa sayatan mengalami dampak kerusakan yang cukup parah. Menurut Dr Hari, terdapat 4 tingkatan kerusakan dari proses persalinan yang berdampak pada vagina. Level 1-3 kerusakan masih bisa ditangani oleh dokter spesialis Obgyn. Tetapi pada kerusakan level 4 maka harus ditangani oleh Spesialis Obgyn Uroginekologi Rekonstruksi.

Pada kasus kerusakan area vagina level 4, vagina dan anus bahkan terputus atau terpisah sendiri-sendiri.

“Memang panduannya kalau bisa tidak menggunakan Episiotomi tetapi kerusakan bisa saja terjadi dengan dampak yang cukup parah,” tambahnya.

Untuk itu, penting bagi ibu hamil mengupayakan daerah perineumnya menjadi lentur dan elastis. Salah satunya dengan latihan mengejan dan pijat perineum. Pijat perineum merupakan teknik pijat yang dilakukan diarea antara vagina dan anus. Pijat inipun dapat dilakukan sehari 3 kali oleh diri sendiri atau pasangan.

Pijat perineum ini dapat mulai dilakukan pada usia kandungan 34 Minggu. Selain membuat area perineum menjadi lentur dan lebih elastis, pijat ini juga dapat mengurangi rasa sakit dan membantu menstabilkan tekanan saat mengejan.

Jika pada persalinan perineum sobek baik karena proses alami maupun Episiotomi maka perawatan pasca jahitan cukup dengan anti nyeri dan tidak perlu dengan antibiotik. Karena di dalam vagina telah terdapat enzim alami yang dapat membantu proses pencegahan bakteri jahat masuk dan hidup. Untuk itu luka akan sembuh dengan sendirinya dalam 7-10 hari.

Jika terjadi infeksi pada jahitan maka sebaiknya jahitan dibuka dan tidak boleh dijahit ulang, karena infeksinya menempel dibenang benang jahitnya. Pada kasus ini, jahitan akan dibiarkan kembali terbuka hingga 3 bulan. Setelah jaringan kembali sehat dan kuat kulit baru bisa dijahit kembali. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar