Pendidikan & Kesehatan

Mengenal ACovUnair-5, Senyawa Sintesis yang Bisa Jadi Obat Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) tengah dalam upaya pembuatan Obat Pengembangan Baru (OPB) untuk Covid-19. OPB ini dibuat dari sintesis protein senyawa tunggal atau single substansi.

Juru Bicara Penelitian Covid-19 Unair Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si selaku Wakil Rektor (Warek) 1 mengatakan bahwa Unair memiliki 5 senyawa yang bisa digunakan sebagai OPB.

Kelima senyawa itu saat ini secara internal disebut ACovUnair-5, yang artinya Anti Covid Unair-51,52,53,54,55. Dari kelima senyawa tersebut daya kuat yang paling kuat terdapat pada ACovUnair-51.

“Dari 132 senyawa yang kita punya di Unair, kita dapat 5 yang punya potensi energi ikat atau daya ikat activity yang gaining nya yang lebih tinggi, bagus dan stabil di banding dengan obat yang sudah ada. Jadi ini punya potensi sebagai kandidat obat baru bahkan bisa menjadi OPB,” terang Prof Nyoman.

Saat ini 5 Senyawa itu 3 diantaranya telah berhasil disintesis menjadi serbuk. Cara kerja senyawa ini dengan mengikat virus yang masuk ke dalam tubuh agar tidak menempel pada reseptor. Pada dasarnya 5 senyawa tersebut berinteraksi dengan enzim protiase atau main protiase yang berasal dari Covid-19.

“Jadi kalau enzim itu punya tempat daerah pengikatan pusat atau ligan. Daerah itu digunakan virus untuk mengikat reseptor. Jadi kita sekarang mencari senyawa yang mirip-mirip dengan reseptor, supaya dia terkecoh si virusnya itu,” papar Prof Nyoman, Jumat (24/4/2020).

“Virus akan menangkap senyawa sebagai inhibitor. Inhibitor ini yang didesign, kita sintesis supaya dia bisa mengikat protein virus, sehingga virusnya tidak bisa melekat kepada reseptor, tidak bisa melekat pada sel inang,” tambahnya

Kelima senyawa ini saat ini tengah dalam uji preklinis yakni uji toksisitas untuk menjadi OPB. Uji toksisitas adalah Uji toksisitas adalah uji untuk mendeteksi efek toksik suatu zat pada sistem biologi, dan untuk memperoleh data dosis-respon yang khas dari sediaan uji. Data yang diperoleh dapat digunakan untuk memberi informasi mengenai derajat bahaya sediaan uji tersebut bila terjadi pemaparan pada manusia, sehingga dapat ditentukan dosis penggunaannya demi keamanan manusia.

Pada dasarnya uji preklinis melalui uji toksisitas merupakan pengujian bahan obat baru berupa senyawa ACovUnair5 terhadap virus Covid-19. Apakah OPB mampu menangkal virus Covid-19. Selain itu juga dilakukan uji bahaya akibat pemaparan suatu zat pada manusia dapat diketahui dengan mempelajari efek kumulatif, dosis yang dapat menimbulkan efek toksik pada manusia, efek karsinogenik, teratogenik, dan mutagenik.

Prof Nyoman pun mengatakan bahwa keputusan untuk dilanjutkan uji preklinis ini karena dukungan dan dorongan dari berbagai pihak. Prof Nyoman mengatakan bahwa uji preklinis ini memakan waktu setidaknya 1 tahun, tidak termasuk uji klinis yang juga harus dilakuka agar OPB ini berkhasiat dan aman untuk dikonsumsi manusia. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar