Pendidikan & Kesehatan

Menduga Anak Diisolasi Pihak Sekolah, Wali Murid Kecewa

Surabaya (beritajatim.com) – CRS mengajukan protes terhadap Playgroup Sampoerna Academy yakni sekolah anaknya yang bernama NS (4).

Pasalnya CRS mengaku kecewa atas perlakuan sekolah terhadap anaknya yang dirasa tidak baik dan menyebabkan NS trauma. CRS menuturkan bahwa anaknya diisolasi di klinik sekolah tanpa alasan yang jelas.

“Jadi anak saya itu habis liburan imlek dan tidak masuk karena capek perjalanan jauh, dari Senin-Rabu. Tapi ketika masuk sekolah hari Kamis, anak saya tanpa alasan yang jelas diisolasi di klinik sekolah dan tidak boleh berkumpul dengan teman-temannya,” ujar CRS, Jumat (6/3/2020).

Padahal menurut CRS, anaknya tidak sedang sakit dan dalam keadaan sehat. Ia pun mengaku bahwa ketika masuk sekolah, NS diterima oleh guru kelasnya dan diizinkan sekolah tetapi NA dibawa ke klinik dan tidak diizinkan berkumpul dengan teman-temannya.

“Jam 7 itu, NS sampai sekolah, diterima oleh gurunya, saya kira tidak ada masalah. Kok tiba tiba pukul 10.00 guru kelasnya mengirim pesan whatsapp menanyakan surat keterangan dokter dan bilang bahwa NS ditaruh di klinik dan tidak diizinkan mengikuti pelajaran karena tidak ada surat dokter,” ungkap CRS.

“Anak saya itu tidak sakit kok diisolasi dan minta surat dokter. Anak saya tidak masuk itu karena capek, biasa anak kecil agak males sekolah kalau habis dari luar kota. Tapi tidak sakit,” tambahnya.

CRS pun mengatakan bahwa NS tidak sekolah esok harinya, dan kembali sekolah pada hari Senin. Tetapi CRS mengaku NS kembali mendapatkan perlakuan yang sama, yakni kembali diisolasi di klinik sekolah.

“Jumatnya sengaja tidak saya sekolahkan karena memang di sekolah cuma ada kegiatan perform art, nari-nari gitu. Lah Seninnya pas sekolah kok diisolasi lagi,” tukasnya.

CRS mengaku anaknya menjadi trauma, NS pun tidak ingin lagi sekolah serta karena kejadian tersebut NS merasa dirinya sakit padahal ia tidak dalam keadaan sakit.

“Nataniel selalu merasa sakit sekarang, dia sampai gak mau sekolah. Karena katanya kalau sakit tidak boleh kumpul teman-temannya. Padahal dia gak sakit, gak demam, gak ada batuk pilek bahkan tidak bersin,” kata CRS.

Terkait kekecewaan CRS atas kejadian tersebut, pihak sekolah melalui humas, Angelica P yang dihubungi beritajatim.com hanya memberikan klarifikasi bahwa tindakan pengasingan atau isolasi tidak terjadi.

“Benar NS adalah murid Sampoerna Academy Surabaya akan tetapi informasi yang menyebutkan bahwa siswa tersebut diasingkan oleh pihak sekolah sehingga mengalami trauma, tidaklah benar,” ujar Angelica. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar