Pendidikan & Kesehatan

Membludak, Pasien DBD Ditempatkan di Lorong RSUD Ibnu Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Selama dua bulan terakhir, pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik membludak. Imbas tingginya pasien tersebut menyebabkan pasien terpaksa dirawat di lorong-lorong yang kosong.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, ada 44 pasien DBD yang masih dirawat di RSUD Ibnu Sina. Padahal, ruang anggrek hanya mampu 25 pasien.

Membludaknya pasien DBD tersebut mendapat perhatian dari Komisi IV DPRD Gresik. Komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat itu langsung melakukan sidak (inspeksi mendadak). Hasilnya, memang benar kondisi seluruh ruangan rumah sakit setempat penuh sesak.

Sekretaris Komisi IV DPRD Gresik Sujono membenarkan terkait membludaknya pasien di Ibnu Sina tersebut. Pihaknya juga menemukan 44 pasien yang sudah mendapat penangnan, dan ada sekitar 30 pasien DBD yang mangantri di ruang UGD.

“Mereka semua belum bisa dipindahkan ke kamar perawatan karena masih penuh,” tuturnya, Kamis (14/02/2019).

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda menyatakan, terkait dengan ini komisinya bakal membawa persoalan tersebut ke pembahasan pimpinan dewan. Pihaknya, bakal mengusulkan adanya penambahan pembangunan gedung baru. Hal itu agar, pasien bisa terfasilitasi dengan baik.

“Segera kami usulkan pembangunan gedung baru,” katanya.

Menanggapi hal itu Direktur RSUD Ibnu Sina dr Endang Puspitowati, SpTHT (K) mengaku jika pihaknya jauh-jauh hari sudah melakukan antisipasi. Mulai penambahan ekstra bed hingga membuka ruang baru. Tapi, tingginya angka pasien yang berobat di rumah sakitnya, membuat pihaknya kuwalahan.

“Supaya tidak ada membludaknya pasien. Dirinya, memerintahkan kepada karyawannya agar segera memulangkan pasien yang sudah dirasa membaik. Tujuanya, supaya pasien yang baru datang bisa mendapatkan perawatan yang layak,” pungkasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar