Pendidikan & Kesehatan

Masyarakat Antusias Hadiri ‘LiterArt Fest’ Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Komite Sastra Dewan Kesenian Daerah (Dekesda) Sidoarjo menggelar pameran buku dan obral buku murah bertajuk LiterArt Fest di Kantor Dekesda Art Center, Jl Erlangga No 67 Sidoarjo, Jumat (18/6/2021).

Pameran yang diikuti oleh penerbit, komunitas, dan kampus di Sidoarjo ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Asrofi, mewakili Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).

Hadir dalam pameran ini, Ketua Dekesda Ali Aspandi, Kadiknasbud Sidoarjo Asrofi, Rektor Unusida sekaligus Ketua IKAPI Jatim Fathul Anam, dan tamu undangan lainnya.

Ali Aspandi mengatakan, Dewan Kesenian Sidoarjo ingin berkarya lebih jauh. Dekesda ingin merangkul semua pihak yang terlibat. Harapannya ada dampak ekonomi, timbul ekonomi kreatif di event ini.

“Dengan kegiatan ini bisa menumbuhkan ekosistem dan juga berdampak pada perekonomian. Ada transaksi penjualan buku dan lainnya,” katanya.

Ali Aspandi juga bersyukur kegiatan ini mendapatkan respon dari masyarakat dan pemerintah. Saat ini di Sidoarjo, penulis, penerbit dan pembeli sudah ada. Namun perlu ditingkatkan dalam membangun sinergitas yang lebih baik lagi. “Pemerintah sudah mendukung kegiatan literasi seperti ini, pastinya akan membuka ruang ekonomi,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Asrofi menambahkan, kegiatan tersebut sangatlah mendapatkan respon positif dan dukungan dari Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Mujdlor).

Bahkan Gus Muhdlor menginginkan gerakan budaya literasi tidak hanya pada tingkat sekolah, kepada masyarakat dan keluarga juga harus digalakkan. Gus Muhdlor, lanjut Asisten I Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo itu, juga menginginkan ada buku sejarah terkait Sidoarjo. Baik itu menyangkut sosial, budaya, kerajinan atau lainnya.

“Seperti kerajinan batik tulis Jetis Sidoarjo, itu mempunyai sejarah sudah ada ratusan tahun silam hingga turun temurun sampai sekarang. Batik tulis jenis beras kutah, manuk cipret, daun tebu dan lainnya, sudah terlukis di atas tenunan Batik Jetis tersebut,” kisah Asrofi.

LiterArt Fest bakal berlangsung selama tiga hari, yakni hari Jumat sampai Minggu, tanggal 18 – 20 Juni 2021. Selama tiga hari, beberapa acara telah disiapkan. Hari pertama yang berisi acara pembukaan dan diskusi tentang penerbitan.

Hari kedua, siang sampai sore, diadakan parade launching buku terbitan dari Sidoarjo. Dilanjutkan malam hari pertunjukan musik dan diskusi penulisan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sidoarjo.

Hari ketiga, LiterArt Fest dibuka sejak pagi hingga malam hari. Pagi hari lomba mewarnai untuk anak-anak usia 5 – 8 tahun. Siangnya diskusi strategi menembus media massa dan penerbit oleh teman-teman Forum Lingkar Pena Sidoarjo. Lalu malamnya ada pertunjukan musik dan lelang buku langka. Lelang ini dipandu oleh dua komedian, yaitu Robert Bayoned dan Ipoel Bayoned.

LiterArt Fest bekerja sama dengan beberapa pihak. Terdiri dari IPNU dan IPPNU Sidoarjo, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Penerbit Media Ilmu, Taman Zakat, serta Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Sidoarjo.

Kemudian Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair, Ludruk Luntas dan Ludruk Baladda Sidoarjo, Teh Sosro, UKM Mahasiswa Unggul Unusida, komuninitas Malam Puisi Sidoarjo, Forum Lingkar Pena (FLP) Sidoarjo, dan Komite Musik Dekesda.

Adapun LiterArt Fest diikuti 16 peserta. Terdiri dari Penerbit Embrio, Penerbit FLP Sidoarjo, Komunitas Yuk Nulis Sidoarjo, Penerbit Padmedia, Penerbit Brangwetan, Unusida, serta UKM Mahasiswa Unggul Unusida.

Selain itu juga penerbit Media Ilmu, Penerbit Tan Kali, Penerbit Meja Tamu, Penerbit Galaksi Aksara Kata, Komuntias Sidoarjo Masa Kuno, Cahaya Pustaka, Buku Djagad, Trisna Buku, Pustaka Keliling, dan Om Buku. [isa/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar