Pendidikan & Kesehatan

Masuki Zona Kuning, Warga Surabaya Tetap Diminta Disiplin Patuhi Prokes 3M

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo saat memimpin ceramah dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (29/10/2020. (foto: Humas Polrestabes Surabaya)

Surabaya (beritajatim.com) – Petugas kepolisian, khususnya Polrestabes Surabaya masih tetap tegas menegakkan protokol kesehatan (prokes) meski status Kota Pahlawan mulai menuju zona kuning. Terlebih dari catatan pemerintah kota, 30 kecamatan mulai masuk zona hijau.

Menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo, meski Kota Surabaya mulai memasuki zona kuning, pihaknya berharap warga dan tiga pilar tetap masih mematuhi Prokes. Sebab, menyusutnya penyebaran virus Corona dikarenakan program prokes yang berhasil diterapkan. “Atas kebersamaan warga dan petugas tiga pilar menaati prokes 3M Surabaya jadi membaik. Penyebaran virus dapat ditekan atas kerjasama antara pemerintah dan masyarakat,” ucapnya kepada jurnalis, Kamis (29/10/2020).

Lebih lanjut AKBP Hartoyo menjelaskan, protokol kesehatan 3M ini adalah Menjaga Jarak, Mencuci Tangan dan Memakai Masker. Dengan program ini virus akan bersih dan tak akan menular ke warga atau orang lain.

Kesehatan tubuh, kebersihan lingkungan dan rumah, juga menjadi kunci. Begitulah perwira melati dua ini meminta ke warga Surabaya supaya bisa menjaga kesehatan dan kebersihan. “Pokok rumah kita bersih, badan kita sehat dan patuh prokes maka virus tak akan menular,” tegasnya.

“Ingat pesan ibu jaga jarak, cuci tangan dan pake selalu masker saat berinteraksi di luar rumah,” pungkas Hartoyo.(man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar