Pendidikan & Kesehatan

Masuki Pancaroba, Warga Surabaya Harus Waspadai DBD

Surabaya (beritajatim.com) – Mendekati pergantian musim kemarau ke penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, dampak yang ditimbulkan dari datangnya musim pancaroba ini tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Salah satunya adalah datangnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mewaspadai potensi-potensi yang dapat menimbulkan dampak negatif dari datangnya musim pancaroba ini. Seperti, kebakaran akibat konsleting listrik, kebocoran atap rumah, hingga datangnya penyakit DBD.

“Mendekati musim hujan saya berharap seluruh warga itu mengecek semua instalasi listrik-listrik itu, ngecek talang-talang (atap) semua supaya tidak bocor, ngecek kaleng-kaleng itu, biasanya nyamuk-nyamuk datang ketika musim hujan,” kata Wali Kota Risma.

Selain itu, Wali Kota Risma juga menyampaikan kepada masyarakat agar mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ketika berkendara di saat turun hujan. Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat agar membawa jas hujan setiap saat.

“Karena itu kita harus tahu benar bagaimana memanfaatkan waktu dengan baik. Tidak usah malu sekarang ini pakai jas hujan, jangan sampai kemudian waktu kita terbuang untuk ngiyup (berteduh), untuk berhenti. Tapi kalau hujan itu deras dan menghalangi pandangan, baru tidak apa-apa (berteduh),” ujarnya. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar