Pendidikan & Kesehatan

Masih Zona Oranye, Sekolah di Gresik Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

Gresik (beritajatim.com) – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik kembali mengadakan pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi Covid-19 terus ditindaklanjuti. Sejumlah lembaga sekolah terlihat berlomba-lomba menyiapkan fasilitas demi keamanan siswanya. Kendati berdasarkan Satgas Covid-19, wilayah Kabupaten Gresik masih berstatus zona oranye.

Salah satu sekolah yang mulai disurvei oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur. Yakni, SMPN 2 Gresik sudah menyiapkan segala sarana dan prasarana (Sarpras).

Kepala SMPN 2 Gresik Jupri mengatakan, siap menyambut PTM ini. Pihaknya pun memastikan apabil sarpras protokol kesehatan juga sudah siap. Seperti sarana cuci tangan di halaman hingga tangga, ketersediaan handsanitizer, meja jaga jarak, hingga posko covid.

“Di tenda itu, siswa maupun guru dilakukan pemeriksaan. Kalau ditemukan suhu tinggi, tidak diijinkan masuk sekolah. Kemudian juga sudah ada ruang isolasi serta call center rumah sakit terdekat,” katanya, Jumat (16/10/2020).

Masih menurut Jupri, tidak hanya itu untuk keamanan interaksi antar siswa, SMPN 2 Gresik juga menyiapkan elektronik kantin (e-kantin). Langkah ini diambil guna mengurangi interaksi pertukaran uang juga mengurangi resiko persebaran Covid-19.

Dengan elektronik kantin itu lanjut dia, para siswa bisa memesan makanan dari handphone. Dari rumah pun bisa. Karena itu para wali murid juga bisa memesankan anaknya dan lebih terkontrol. Setelah dipesan, para siswa tinggal menggesek kartu e-kantin itu. Nanti keluar kupon. Kupon itulah yang ditukarkan ke makanan di kantin.

“Kami sudah siap, tinggal menunggu peresmian oleh Pemkab Gresik,” ujar Jupri.

Seperti diberitakan, sampai saat ini Disdik Gresik masih terus melakukan survei ke sekolah-sekolah terkait kesiapan PTM. Nantinya, hasil survei itu akan diserahkan ke Satgas Covid-19 untuk ditentukan mana sekolah yang bisa menerapkan PTM dan mana yang tidak.

Sebelumnya, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto juga sudah memberikan lampu hijau untuk menerapkan PTM ini. Bupati Sambari menegaskan tidak perlu menunggu zona kuning, asalkan Dispendik benar-benar menyiapkan pelaksanaan PTM sesuai protokol kesehatan. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar