Pendidikan & Kesehatan

Masih Banyak Pelanggaran PSBB di Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan Tim dari ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemkab Sidoarjo saat turun ke lapangan ternyata menemukan banyak pelanggaran aturan PSBB. Selain itu, masih banyaknya warga yang belum menerapkan protokol kesehatan, seperti keluar rumah masih tidak pakai masker.

Petugas juga menemukan di check point Desa Plumbon Kecamatan Porong jumlah penjaga yang over atau melebihi kapasitas. Petugas jaga lebih dari tiga orang, bahkan ada satu check point petugasnya delapan orang.

Tim Monev juga menemukan adanya petugas jaga di posko check point yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak. Temuan lainnya, masih banyaknya warga yang keluar rumah tanpa memakai masker, termasuk anak-anak usia antara 7 – 15 tahun saat bermain di luar rumah tidak memakai masker.

Dua petugas monev dari Bagian Organisasi Setda Kabupaten Sidoarjo, Anita Inggit Zainuris Shofa dan Linda Cristi Corolina melaporkan pelanggaran lain juga dilakukan pedagang warung kopi, dimana penjualnya belum menerapkan protokol kesehatan.

Di warung jualan, tidak tersedianya tempat cuci tangan di warung dan penjualnya juga tidak memakai masker. Masih kurang disiplinnya warga dalam menerapkan protokol kesehatan saat keluar rumah akan menjadi bahan evaluasi Tim Monev PSBB tahap tiga.

Tim Monev dari ASN yang secara khusus di sebar di setiap posko check point di desa-desa, setiap hari melaporkan hasil temuannya ke Ketua Pelaksana PSBB tahap tiga yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo A. Zaini.

Penyebabnya petugas penjaga cek point ini tidak mengetahui secara detail bagaimana dan apa saja yang harus dilaksanakan saat berada di cek point.

Diharapkan dengan mengoptimalkan tenaga ASN dalam pelaksanaan Monev PSBB tahap tiga ini bisa berdampak menurunnya angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo secara signifikan. Pasalnya, petugas yang melakukan Monev, secara langsung memberikan edukasi ke masyarakat.

“Petugas memberikan edukasi langsung ke masyarakat terkait penyebaran Covid-19, serta edukasi cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan dan mematuhi atauran PSBB tahap tiga yang berbasis desa ini,” kata Inggit, Jumat (5/6/2020).

Petugas juga menekankan ke warga pentingnya cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setiap saat selesai beraktivitas. “Warga kami ingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan, baik di dalam rumah maupun di luar rumah, seperti pakai masker dan jaga jarak serta membiasakan cuci tangan pakai sabun,” terangnya. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar