Pendidikan & Kesehatan

Masa Transisi Kota Malang Berlanjut, Pemkot Malang Siapkan New Normal

Simulasi kerja era new normal di lingkungan Pemkot Malang.

Malang (beritajatim.com) – Rate of Transmition sesuai WHO atau badan kesehatan dunia untuk penerapan new normal atau kehidupan normal baru harus di bawah angka 1. Angka di Malang Raya masih 1,23, meski Kota Malang memiliki angka 0,8. Dengan begitu transisi menuju new normal berlanjut jilid III selama sepekan ke depan.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan dalam masa transisi ini ia akan memulai simulasi kehidupan new normal dengan adaptasi kebiasaan baru. Pertama dilakukan di lingkungan Aparatus Sipil Negara (ASN) di Pemkot Malang. Pada Apel pagi misalnya, jaraknya harus physicial distancing, wajib bermasker dan cuci tangan.

“Jadi saya sampaikan transisi dan new normal itu kan hampir sama, akan kami terapkan terus. Masa transisi ini kan masa keprihatinan untuk memahami new normal itu,” kata Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, meski masih dalam masa transisi pihaknya harus menyiapkan masyarakatnya untuk siap ketika memasuki era new normal. ASN harus mematuhi protokol kesehatan, sementara dari sisi kinerja tetap diwajibkan produktif melayani masyarakat.

“ASN harus patuh protokol kesehatan. Apel pagi harus physicial distancing, menggunakan masker dan cuci tangan. Ini para ASN harus bisa memberikan contoh. Bagaimana nanti mereka masuk pada tatanan new normal itu,” papar Sutiaji.

Sutiaji menyebut, tujuan diadakannya simulasi adaptasi kebiasaan baru melalui kegiatan apel pagi, agar masyarakat dapat mengikuti pola bekerja secara produktif, secara aman dan bebas Covid-19.

“Pelan tapi pasti, model kerja dan kinerja yang dulu diterapkan secara normal kembali tapi pakai protokol kesehatan Covid-19,” tandasnya. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar