Pendidikan & Kesehatan

Masa Pandemi Tuntut Orang Jadi Lebih Adaptif

Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal dalam kehidupan. Tidak terkecuali bagi para sumber daya manusia yang sedang mencari pekerjaan atau yang sudah terserap lapangan pekerjaan. Dosen Prodi Manajemen Universitas Narotama Surabaya, Elok Damayanti, S.E.,M.M, menjelaskan tentang perubahan yang terjadi pagi sumber daya manusia di masa pandemi.

“Tahun 2020 terutama saat masa pandemi ini, sumber daya manusia lebih fokus pada produktivitas. Perusahaan akan memperkaya skill, menggali potensi, dan meningkatkan produktivitas karyawan-karyawan mereka. Jadi satu orang bisa diberi pekerjaan di beberapa bidang yang berkaitan, sehingga hasilnya bisa lebih efektif di masa pandemi,” ujar Elok.

Perubahan ini tentu memiliki kelemahan, salah satunya adalah akan terjadi perang bakat di antara para pencari kerja. Misalnya saja pencari kerja yang memiliki sertifikat kemampuan di beberapa bidang bersaing dengan pencari kerja yang memiliki pengalaman kerja di bidang-bidang tersebut. “Mereka kadang sama-sama merasa lebih superior dibandingkan yang lainnya. Padahal yang memiliki sertifikat belum tentu lebih baik dari yang berpengalaman, dan begitu pula sebaliknya. Itu adalah tugas HRD untuk menentukan orang terbaik untuk suatu pekerjaan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Kepala Kerjasama Dalam Negeri Universitas Narotama itu melanjutkan, tantangan bagi sumber daya manusia untuk menghadapi keadaan di masa pandemi saat ini adalah mereka harus adaptif.

“Sumber daya manusia harus cepat beradaptasi. Contohnya dulu mungkin di bidang kerja mereka teknologi itu nomor dua atau nomor sekian. Tapi saat ini mau tidak mau sumber daya manusia harus tanggap teknologi karena penerapan Work From Home yang mengharuskan mereka berkomunikasi aktif dengan bantuan teknologi dan internet,” lanjutnya.

Begitu pula bagi perusahaan atau produsen. Perubahan-perubahan perilaku yang terjadi pada konsumen menyebabkan perusahaan atau produsen harus tahu bagaimana menghadapi keinginan konsumen. “Misalnya selama ini mereka memproduksi makanan, kemudian tingkat keinginan konsumen terhadap makanan itu mulai menurun karena pandemi. Maka mereka harus cepat tanggap untuk melihat dan menangkap peluang,” sarannya.

Elok menambahkan, sudah banyak yang menerapkan hal tersebut. Misalnya kafe atau hotel yang menawarkan hal lain di luar ranah mereka yang biasanya dengan memaksimalkan produktivitas sumber daya manusia yang mereka miliki. “Karena sebenarnya sumber daya manusia adalah aset terbesar yang dimiliki oleh perusahaan, yang bisa menopang keberlangsungan perusahaan,” tutupnya. [kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar