Pendidikan & Kesehatan

Mas Pandemi, Relawan Fajar Berkemas Temani Belajar Anak-anak di Kebun Kopi Damarwulan

Kediri (beritajatim.com) -Pandemi Covid-19 berdampak pada proses pendidikan dan pembelajaran. Selama delapan bulan, proses pendidikan di persekolahan mengalami kendala pertemuan tatap muka dan diganti dengan pembelajaran daring. Namun, karena keterbatasan infrastruktur jaringan internet di afdeling Damarwulan, Desa Puncu, Kecamatan Puncu membuat relawan Fasilitasi Belajar Berbasis Kebutuhan Masyarakat (Fajar Berkemas) turun tangan.

Relawan ini setiap Hari Minggu menemani beberapa anak di kampung yang masuk perkebunan kopi di lereng Gunung Kelud. “Sebulan ini kami naik ke sana menemani mereka belajar dan bermain,” ungkap Rino Hayyu Setyo, Direktur Program Fajar Berkemas.

Menurutnya, kegiatan ini memang baru dilaksanakan karena sulitnya jaringan internet dan listrik. Hal itu berdampak pada pembelajaran jarak jauh untuk anak-anak di Damarwulan. Seperti memahami pelajaran dan tugas sekolah, kata Rino, diperlukan komunikasi yang lancar kepada siswa. “Karena kendala itulah, kami ingin membantu pemerintah setempat agar tetap terlayani proses pembelajarannya,” imbuh Rino.

Proses pembelajarannya pun unik, relawan Fajar Berkemas tidak melulu menemani anak-anak di sana untuk mengerjakan tugas. Namun, juga bermain dan saling bercerita apa saja tentang kampung halaman mereka. Seperti membuat gambar kolase kampung halamannya,” kata Rino.

Diharapkan bisa memberikan kenangan atau memori kepada anak bahwa ada kegembiraan untuk menikmati dan mensyukuri alam lingkungannya. Medianya pun dari bahan-bahan yang ada di sekitar anak-anak, misalnya daun, bunga, pelepah kayu, dan batu. “Kemarin buat kolase, ya sambil kami beri imajinasi bagaimana merawat alam dan sekitar mereka,” pungkasnya. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar