Pendidikan & Kesehatan

Program Visit Entrepreneur IAI Al-Khairat Pamekasan

Mahasiwa Jalani Pelatihan Intensif Produksi Batik Khas Madura

Pamekasan (beritajatim.com) – Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan memfasilitasi pelatihan meningkatkan produksi batik tulis khas Madura melalui Visit Entrepreneur Program , di Shoraya Batik Jl. Pintu Gerbang Gang IV, Pamekasan, Senin (25/3) 2019).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Al-Khairat Pamekasan, bersama Shoraya Batik Pamekasan, beberapa waktu lalu.

“Dalam kesempatan ini, dibahas sebanyak 16 siswa mengikuti pelatihan intensif di Shoraya Batik. Program ini sebagai bentuk komitmen dan tindak lanjut Al-Khairat, demi meningkatkan bekal kewirausahaan dengan memberikan keterampilan aplikatif bagi siswa,” kata Kaprodi Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Al-Khairat Pamekasan, Aang Kunaifi.

Pihaknya sengaja menjalin kerja sama dengan industri rumah berstandar internasional, demi memberikan bekal bagi siswa. “Komitmen ini sudah dituangkan melalui MoUingkatkan keterampilan kewirausahaan dan ekonomi kreatif antara IAI Al-Khairat Pamekasan dan Shoraya Batik,” ungkapnya.

“Jadi hearts Pelatihan intensif Penyanyi, mahasiswa dibekali DENGAN different activities seputar batik. Mulai dari teknik membatik, concept merek maupun precing Hingga Pengembangan strategi Pemasaran Produk batik tulis,” sambung pria Yang Akrab disapa Aang.

Tidak hanya itu, Pemilik Batik Shoraya Pamekasan, Surayya juga menyediakan berbagai pengalaman bagi mahasiswa mengenai strategi pengelolaan batik yang beromzet puluhan juta rupiah setiap bulan. “Pelatihan ini merupakan wujud keseriusan Al-Khairat, dalam menciptakan SDM atau menyiapkan yang mandiri dan siap pakai,” tegasnya.

“Jadi, perguruan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan kebebasan intelektual, jadi harus diperdebatkan dengan memastikan bahwa harus memiliki keterampilan yang memadai. Lebih lanjut dengan bantuan menciptakan pengusaha muda yang produktif,” jelasnya.

Bahkan Program Sektor Terkemuka Kunjungan Pengusaha juga mulai menggagas sentra industri kreatif Batik Tulis Khas Madura, mulai Tahun Akademik 2019-2020. “Melalui sentra ini, siswa terpilih akan menekuni bisnis batik. Tidak hanya pembelajaran, tetapi juga bisa dikomersilkan agar mahasiswa bisa berkreasi dengan langsung berbisnis manisnya,” pungkasnya.

Dalam program tersebut, selain mendapat motivasi langsung dari Pemilik Shoraya Batik. Para mahasiswa juga memulai pembuatan batik, mulai dari alat-alat hingga proses produksi. Seperti desain, melukis, pewarnaan hingga finishing . [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar