Pendidikan & Kesehatan

Mahasiwa IAIN Madura Isi Ramadan dengan Kajian

Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah mahasiswa IAIN Madura, memanfaatkan momentum Ramadan 1440 H dengan Kajian Rutinitas Muslimah (KARIMAH) di kompleks asrama mahasiswa, Larangan Tokol, Tlanakan, Selasa (14/5/2019).

Kajian tersebut mengusung tema ‘Fiqih Perempuan’ sebagai upaya memberikan pemahaman dasar sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

“Materi ini merupakan hal penting yang wajib diketahui oleh semua perempuan, tidak terkecuali bagi mahasiswa. Sekalipun dianggap mudah, namun tidak jarang perempuan justru tidak memahami persoalan ini,” kata Pemateri Kajian, Muntira.

Hal itu bukan tanpa alasan, sebab selama ini tidak jarang para perempuan justru memiliki pemahaman yang kurang tepat terhadap persoalan tersebut. “Contoh kecil semisal persoalan tentang thaharah (bersuci dari hadast kecil dan besar) atau bahkan tentang batasan aurat,” ungkapnya.

Apalagi tujuan kegiatan tersebut sebagai upaya memberikan pemahaman bagi perempuan dalam hal fiqih perempuan dalam perspektif Islam. “Seperti kita ketahui bersama bahwa kaum perempuan memang mudah masuk surga ataupun neraka, tapi mayoritas penghuni neraka adalah perempuan,” jelasnya.

“Hal ini tentunya tidak lepas dari minimnya pemahaman kaum perempuan terhadap anjuran syariah, sekalipun paham justru kurang memahami terhadap esensi dari materi yang kita bahas bersama,” sambung perempuan yang akrab disapa Ibu Zahid ini.

Tidak kalah penting juga persoalan seputar thaharah hingga masalah aurat yang juga menjadi esensi penting dari kaum perempuan. “Khusus masalah bersuci dan aurat, kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Sedangkan aurat dari perempuan adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan,” imbuhnya.

“Sejatinya aurat perempuan di hadapan mahrom dan non mahrom sangat berbeda, tapi untuk menghindari diri dari rasa khawatir maka harus berpakaian sesuai dengan anjuran syariah. Termasuk juga tentang persoalan bersuci, perempuan harus benar-benar memahami sepenuhnya,” pungkasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar