Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa Unusa Penderita Autisme Cerita Keinginan Keliling Dunia

Surabaya (beritajatim.com) – Ada yang menarik dalam acara wisuda Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang digelar di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Sabtu (17/9/2022) siang. Di momen tersebut, Unusa mengukuhkan seorang wisudawan berkebutuhan khusus bernama Anharu Minasalim Mushaf.

Anharu merupakan penderita autisme dan ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder). Jangan salah dulu, kendati memiliki keterbatasan, pria kelahiran Sidoarjo, 6 Oktober 1997 itu sangat bertalenta.

Anharu pandai memainkan alat-alat musik. Dia juga jago berbahasa Inggris.


Saat ditemui, Anharu menjelaskan dirinya merupakan wisudawan asal Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dia mengaku sengaja memilih Prodi Pendidikan Bahasa Inggris karena ingin berkeliling dunia, terutama ke Australia.

“(Mengambil Prodi Pendidikan Bahasa Inggris) karena waktu itu pingin ke Australia, Inggris, Perancis,” ungkap Anharu.

Ia pun mengaku bahagia karena telah diwisuda dan berhasil meraih IPK 3,56. Diketahui, judul skripsi Anharu yaitu An Analysist of American Slank Words Used by the Main Characters in Good Boys Movie.

“Saya merasa senang sekali karena sudah selesai kuliahnya,” tuturnya.

Sementara itu, ayah dari Anharu, Nawa Gularso mengaku bersyukur dan memberikan apresiasinya kepada sivitas akademika serta mahasiswa Unusa yang telah memberikan support kepada putranya tersebut selama aktif menjadi mahasiswa.

“Karena dia spesial, kebetulan teman-temannya sangat support. Semua dosen memahami kondisinya. Jadi peningkatan dia sangat baik ketika belajar,” ungkapnya.

“Kita support penuh, karena dia anak kami satu-satunya. Kemudian dia penyandang autism. Ke depan kalau memang ada kesempatan belajar lagi (lanjut S2),” lanjutnya.

Sebagai informasi, kali ini Unusa mewisuda sebanyak 926 mahasiswa. Separuh lebih dari jumlah tersebut, yakni 550 di antaranya berpredikat cumlaude. Predikat culmaude terbanyak berasal dari Prodi Kesehatan Masyarakat yakni sebanyak 86. Kemudian Gizi sebanyak 80, Pendidikan Guru SD 72, Prodi S1 Keperawatan 68.

Selanjutnya, dari 926 wisudawan sebanyak 6 orang berasal dari non-muslim. Mereka yang beragama Kristen Protestan sebanyak 2 orang, berasal dari Prodi Gizi, atas nama Helena Sinaga dan Theresia Elzaliana.
Beragama Katolik dua orang masing-masing dari Prodi Keperawatan Yumita Efendi dan Pendidikan Guru PAUD Elisabet Srinita Anggarani. Serta dua orang lagi beragama Hindu masing-masing dari Prodi Keperawatan yaitu Ni Komang Sukrati dan Pendidikan Guru PAUD, Ida Ayu Kade Mahadewi. [ipl/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar