Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa Untag Surabaya Optimistis Raih Juara pada Pimnas ke-33

Surabaya (beritajatim.com) – Untag Surabaya lolos pada tahap seleksi pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tercatat dalam Surat Keputusan Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia Nomor 2414/J3/2020 tentang Penetapan Peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional Tahun 2020 tertanggal 29 Oktober 2020 mengumumkan peserta yang lolos tahap seleksi.

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Untag Surabaya. Setelah melalui berbagai tahap seleksi, kelompok Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bidang Teknologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya lolos menjadi salah satu peserta dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Ahmad Bayu Priyatna (Prodi Arsitektur), M. Rizan Aji Anggara (Prodi Arsitektur), Geizber Lesau (Prodi Teknik Mesin) dan Moch. Roub Abidin (Prodi Teknik Mesin) yang akan berlaga dalam PIMNAS ke-33 mendatang, dengan Dosen pembimbing-Febby Rahmatullah M, ST., MT.

Kreatifitas karya PKM-T yang di usung cukup unik dan menarik perhatian, yakni “Apartemen Kelinci – Desain Arsitektural Kandang Kelinci Modern Perkotaan dengan Keunggulan Multiple Produk”.

Perjuangan yang luar biasa oleh mahasiswa bimbingan saya selama 2 bulan ini (Agustus – September) untuk pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Teknologi (PKM-T) yang dilaksanakan selama pandemi. Kegigihan mahasiswa Untag Surabaya dalam optimis meraih juara masih terus berkobar. tim PKM-T menyebutkan pelaksanaan PKM kali ini hanya terlaksana selama 3 bulan

“Agustus sampai September prosesnya sampai monev dan Oktober merupakan laporan akhir,” katanya, Minggu (8/11/2020).

Adanya pandemi membuat semua proses PKM bahkan hingga monev dilakukan melalui daring.

“Semua menggunakan zoom baik koordinasi tim, asistensi progres, bertemu mitra hingga melakukan sosialisasi buku panduan dengan mitra juga melalui zoom,” ujar Febby.

Apartemen Kelinci merupakan kandang modern yang menyempurnakan sistem kandang vertikal yang hanya difungsikan untuk budidaya kelinci tanpa diambil kotorannya, baik padat maupun cair. Inovasi dan orisinalitas ide terdapat pada sistem yang terintegrasi sehingga dalam 1 kandang dapat menghasilkan dan memilah 3 produk sekaligus yaitu kelinci, kotoran kelinci dan air kencing kelinci.

Apartemen Kelinci tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga cocok untuk lahan perkotaan. Febby mengaku Apartemen Kelinci menjadi jawaban dari permasalahan mitra, yakni peternak kelinci di Surabaya.

“Yang membuat kami dinilai positif dari reviewer adalah, selain kinerja dari progres PKM yang bagus, mungkin ada satu poin lainnya yakni gagasan yg kami bawa direalisasikan juga menyelesaikan permasalahan mitra,” ucap Dosen Prodi Arsitektur itu.

Menuju Pimnas, Febby mengatakan akan melakukan evaluasi dan memaksimalkan potensi yang ada. “Kami akan menyempurnakan video karena ini juga menjadi salah satu penilaian,” ungkapnya. Pembuatan poster juga menjadi poin lain yang ia perhatikan. Ia melanjutkan, “dua anggota tim kebetulan dari prodi arsitektur, saya juga Dosen Arsitektur jadi kami mencoba mengimplementasikan desain ini supaya maksimal.” Ia juga akan mereview kembali hasil presentasi serta memfollow up mitra terkait program yang terealisasi. (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar