Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Lewat Teknologi dan Ide Kreatif

Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya Didorong Suguhkan Pariwisata Era New Normal

Mahasiswa Universitas Ciputra Didorong Suguhkan Pariwisata Era New Normal Lewat Teknologi dan Ide Kreatif

Surabaya (beritajatim.com) – Sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi kembali bangkit pasca pandemi ini. Pandemi yang berlangsung sekitar 2 tahun, tentunya juga membawa perubahan perilaku masyarakat.

Misalnya, meningkatnya standard kebersihan masyarakat dan beraktifitas dengan bantuan teknologi, yang sering disebut new normal.

Fenomena ini tentu menjadi tantangan bagi dunia pariwisata untuk bisa menyuguhkan pariwisata di era new normal ini.

“Dunia pariwisata dan hostpitality tidak dibatasi lagi hanya human touch saja. Sekarang ini harus berani menjadi service design yang baru yang mempunyai keterkaitan dengan high touch yaitu technology. Insan pariwisata tidak boleh anti dengan teknologi karena teknologi sudah jadi bagian kehidupan sekarang ini,” ujar Ketua Program Studi Hotel and Tourism Business Universitas Ciputra Surabaya, Lexi Pranata Budidharmanto, Selasa (27/9/2022).

Sementara Reynaldi Aryaputra, Direktur Utama Bukit Kayoe Putih Mojokerto yang juga mahasiswa tingkat akhir Program Studi Hotel and Tourism Business Universitas Ciputra Surabaya menyampaikan jika dirinya mendapat kepercayaan dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk mengelola Eco Pariwisata di Mojokerto.

“Saya mendapat kesempatan untuk menyampaikan ide pemanfaatkan lokasi alam terbuka di area Mojokerto. Saya sampaikan untuk membuka Kawasan Eco Wisata yang aman untuk pandemi karena berlokasi di alam bebas, dan ternyata ide saya disambut hangat oleh dinas setempat. Saya menjadikan kawasan ini instagramable, dan hangat untuk bisa dimanfaatkan oleh anak muda maupun keluarga,” paparnya.

Sedangkan Mohamad Yusak Anshori, Vice Presiden Marketing Regional Director Prime Plaza Hotels & Resorts menyampaikan tentang bagaimana perkembangan layanan terkait hotel dengan adanya perubahan prilaku masyarakat paska pandemic.

Yusak menjelaskan, Next Tourism di dunia perhotelan akan sangat banyak hal yang bisa dieksplor dan dikembangakan. Sebagai contoh layanan yang tentu saja dengan tujuan memberi kenyamanan pada customer seperti layanan check in dengan aplikasi sampai dengan hospitality with teknologi.

Di kesempatan sama, Immanuel Ustradi Osijo, CEO AirAsia Travel Service Center Kirana Tour and Shuttle Pergi Rame Rame My Trip My Style menyebutkan bahwa pandemi tidak mematikan keinginan masyarakat untuk melakukan kegiatan pariwisata. Hanya saja, memang banyak hal terkait keamanan diri dari tertular Covid-19 saat pandemi ini yang menjadi fokus konsumen dalam memilih jasa travel.

“Secara marketing saya memaksimalkan media sosial, saya juga mem-branding diri di media sosial untuk membangkitkan kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Mahasiswa Universitas Ciputra Didorong Suguhkan Pariwisata Era New Normal Lewat Teknologi dan Ide Kreatif

Sebagai informasi, untuk memperingati Hari Pariwisata se-Dunia yang jatuh pada 27 September 2022, Unversitas Ciputra berkolaborasi dengan Universitas Bina Sarana Informatika, World Tourism Day Indonesia, El John TV, ICPI, dan Pacific Asia Travel Associates menyelenggarakan Seminar dengan topik ‘Next Tourism with Entrepreneurship Through Technology’.

Seminar ini berlangsung secara hybrid dari Dian Aditorium Universitas Ciputra, dan diikuti oleh mahasiswa Universitas Ciputra, 100 orang mahasiswa BSI, 100 orang mahasiswa vokasi Unair. (ipl/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar