Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa Unesa di Wuhan China Keluhkan Masalah Ini

Beberapa mahasiswa Unesa yang menerima beasiswa di Wuhan

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 12 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang mendapat beasiswa Pusat Bahasa Mandarin Unesa (Confucius Institute) Central China Normal University, Wuhan, Tiongkok, masih terisolasi dari dunia luar, Minggu (26/1/2020). Selain masalah itu, beberapa dari mereka juga mengeluhkan batas izin tinggal di Wulan yang segera habis.

Mereka diisolasi di dormitori atau asrama, lantaran peraturan pemerintah Tiongkok yang menegaskan setiap orang di Wuhan harus diisolasi agar penyakit Virus Corona yang sedang menjangkiti negeri itu tidak semakin meluas.

Menurut Vinda Maya Setyaningrum, Humas Unesa, mereka sudah mulai makan makanan instan dan tidak diizinkan kontak fisik dengan dunia luar. Informasi tersebut diberikan oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Unesa yang terus melakukan komunikasi dengan Kementrian Luar Negeri Tiongkok.

“Mahasiswa sudah mulai makan makanan instant. Dan tidak boleh keluar sama sekali dari Dormitory yang diisolasi. Demi keselamatan dan keamanan kesehatan mereka,” ujar Vinda.

Dikabarkan pula bahwa aktivitas kampus telah diberhentikan secara total untuk sementara sejak 2 minggu lalu. Isolasi mulai diberlakukan sejak 23 Januari 2020.

Pihak Unesa yang terus memantau keadaan mahasiswanya di Wuhan melalui video call dan telepon seluler, memastikan mereka dalam keadaan sehat. Hanya saja mereka mengkhawatirkan keberlangsungan izin tinggal formalitas mereka.

Pasalnya, ada dari mereka yang program beasiswanya berakhir sampai 2 Februari 2020 dan batas izin tinggal di Wulan segera habis karena 4 dari mereka hanya mendapat beasiswa selama 1 semester. Terkait hal ini Rektor Unusa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. menghimbau untuk tetap tenang dan Unesa akan segera mencarikan solusi masalah tersebut.

“Tentunya untuk pertama kami berdoa untuk kesehatan mereka. Tetep tenang, kami akan berikan tambahan beasiswa sampai waktu yang diperlukan. Kami juga akan koordinasi dengan gubernur untuk legalitas dan keselamatan mereka,” ujar Nur Hasan. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar