Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa Unej Rancang Inovasi Pengendali Banjir 3 in 1

Jember (beritajatim.com) – Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, merancang sistem pengendalian banjir. yakni sistem pengendali banjir, sekaligus pengangkut otomatis sampah, lengkap dengan pembangkit listrik mikro hidro.

Tiga mahasiswa itu adalah Robit Dahnial Ilhaq, Muhammad Taufik, dan Malikul Fanani. Rancangan mereka mendapat dua penghargaan dalam kompetisi Water Project Design Innovations yang digelar oleh Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, 16 – 19 Januari 2019.

Kompetisi Water Project Design Innovations tahun ini mengambil studi kasus penanggulangan banjir di Dayeuh Kolot, Bandung. Daerah ini merupakan bantaran sungai yang sering terkena banjir dari Sungai Citarum.

Tiga mahasiswa itu menanam sheet pile atau tiang pancang dari beton sepanjang 958 meter di aliran sungai Citarum yang melewati daerah Dayeuh Kolot. Penanaman sheet pile diharapkan memperkuat dinding sungai agar tidak ambrol, saat sungai dikeruk untuk mengurangi sedimentasi.

“Kami juga merancang alat pengangkut sampah yang dilengkapi ban berjalan di atas sungai sehingga mengurangi sampah yang mengapung. Pengoperasionalan pengangkut sampah otomatis ini bisa dikontrol melalui telepon genggam dengan aplikasi yang sudah kami bikin dengan basis internet of thing atau IoT, sehingga memudahkan pengawasan,” kata Taufik, sebagaimana dilansir Humas dan Protokoler Unej.

Alat pengakut sampah otomatis bisa disetel untuk pengangkutan tiap jam atau tiap menit sekali. “Ini menyesuaikan dengan kondisi sungai,” kata Taufik.

Para mahasiswa ini telah menghitung debit air sungai Citarum. “Air sungai Citarum yang ternyata cukup untuk menggerakkan turbin PLTMH berjenis helical turbine. Jika rancangan ini diimplementasikan, kami perkirakan daya listriknya mampu mensuplai listrik untuk 4.500 rumah dengan daya 900 kilowatt,” kata Fanani. Maka mereka pun merancang Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di aliran sungai Citarum.

Karya para mahasiswa ini mendapat gelar rancangan maket terbaik dan gelar desain favorit dari para pengunjung kompetisi. Pengunjung yang mayoritas dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB memberikan suara terbanyak untuk desain mereka. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar