Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa UMM Lakukan Budikdamber di Desa Balongjeruk Kediri

Kediri – Universitas Muhammadiyah Malang resmi memberikan tugas kepada mahasiswa/i untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Desa Balongjeruk Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri.

Dengan adanya wabah Covid-19 di tengah masyarakat, memberikan dampak yang signifikan dalam
bidang ekonomi yang tidak bisa kita hindari.

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan pangan meningkat guna untuk memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga dibutuhkan solusi yang tepat untuk mengatasi problematika ketahanan pangan keluarga. Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) salah satu solusi yang dapat dilakukan di masa pandemi ini sebagai ketahanan pangan keluarga mandiri.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, PMM UMM Kelompok 81 Gelombang 4 mengadakan penyuluhan dan pelatihan tentang program Budikdamber bersama Ibu-ibu PKK Desa Balongjeruk yang dihadiri oleh perangkat Desa Balongjeruk.

Acara ini diselenggarakan di Aula Balai Desa Balongjeruk dan dibuka oleh sambutan hangat dari Moh. Wasis Kasi Kesra Desa Balongjeruk. Moh Wasis menyampaikan kepada Ibu-ibu PKK bahwa terdapat Mahasiswa PMM UMM yang melakukan pengabdian di desa Balongjeruk.

Harapannya, semoga yang disampaikan kepada Ibu-Ibu PKK dapat bermanfaat kemudian mencontoh dan menerapkan program Budikdamber yang dijelaskan oleh Mahasiswa anggota PMM UMM 81.

Budikdamber merupakan kombinasi budidaya ikan (Aquaculture) dengan pertanian sistem hidroponic tanpa menggunakan pupuk kimia sintesi. Program ini sangat efisien dan ramah lingkungan.

Selain itu, program budikdamber ini dapat dikembangkan di setiap rumah karena tidak banyak membutuhkan lahan yang luas. Budidaya Ikan dalam Ember, sering disebut sebagai konsep Urban Farming karena program ini sangat efektif dilakukan untuk mengurangi tingkat konsumtif sehari-hari menjadi tingkat produktif yang dapat dilakukan secara mandiri dirumah.

Dengan demikian, program ini dapat digunakan sebagai solusi ketahanan pangan keluarga mandiri di masa pandemi. Ujar Sania Oktavianasari, Mahasiswi Prodi Aquaculture Universitas Muhammadiyah Malang.

Pada saat acara berlangsung, Ibu-ibu PKK sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh Sania Oktavianasari, kemudian dengan senang hati mempraktekkan berbagai rangkaian pembuatan satu set Budikdamber.

Sembari mempraktekkan pembuatan budikdamber, untuk memeriahkan suasana yang ada di dalam ruangan, maka diadakan kuis ringan yang disampaikan oleh Moderator acara. Terdapat door prize bagi peserta yang dapat menjawab dan menjelaskan pertanyaan. Namun keseruan tak hanya berhenti disitu. Mahasiswa PMM UMM Kelompok 81 juga menyerahkan satu set starter kit Budikdamber secara gratis kepada Ketua KPK (Ibu Siti Maslika). Dengan harapan agar dapat memberikan contoh kepada masyarakat setempat.

Pada akhir acara, Mahasiswi jurusan Aquaculture itu juga menjelaskan bahwa, pogram Budikdamber ini dapat digunakan sebagai media edukasi yang efektif bagi anak-anak. Kegiatan ini dapat merangsang stimulus kecerdasan otak anak, keterampilan fisik motorik serta melatih kreativitas anak. Proses yang dilalui dari awal seperti penyemaian yang dapat mengajarkan rasa sabar, kemudian merawat dan bersyukur terhadap karunia Allah Swt.

Dengan demikian, dengan diterapkannya program ini kepada anak-anak, akan memberikan nilai-nilai dasar keagamaan dan membangun self character bagi anak dalam lingkup keluarga.

Hal ini selaras dengan dukungan yang disampaikan Dosen Pembimbing Lapang yaitu Ibu Beti Istanti Suwandayani, M.Pd kepada PMM UMM Kelompok 81.

Bahwa saat melakukan kegiatan ini harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, demi menjaga kesehatan bersama. Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan pesan bahwa Kegiatan yang baik akan membawa keberkahan untuk orang disekitar kita.

“Untuk itu tetap berupaya melaksanakan yang terbaik semampu kita”.tutur Dosen cantik yang saat ini menjadi dosen di Prodi PGSD- FKIP-UMM. (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar