Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa UMM Bikin Inovasi, Reruntuhan Bangunan Jadi Beton Daur Ulang

Tiga Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Malang (beritajatim.com) – Tiga Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nurman Handitya Prima, Muh Irfan Maulana, dan Oval Mufarid menemukan cara, ramah lingkungan untuk mendaur ulang beton bekas reruntuhan bangunan. Mereka memanfatkan limbah material bekas konstruksi beton.

Nurman mengatakan, melihat perkembangan konstruksi di Indonesia yang semakin pesat, perlu adanya inovasi-inovasi baru. Mengingat, ketersediaan sumber daya alam yang merupakan bahan dasar dalam konstruksi sangat terbatas. Jika konstruksi di Indonesia terus dilakukan tanpa adanya alternatif baru, suatu saat akan merusak perut bumi.

Mereka kemudian melakukan inovasi, memanfatkan limbah material bekas konstruksi beton sebagai subtitusi 100 persen dari total kebutuhan agregat. Limbah beton bekas yang tak terpakai tersebut dihancurkan kembali menghasilkan agregat kasar dan juga agregat halus. Selain itu, serbuk-serbuk kecil dari penghancuran beton tersebut ternyata bekas dari semen.

“Di sini kami menghancurkannya dengan cara manual, yaitu palu. Kemudian disaring sesuai ukuran saringan. Material yang tertinggal menjadi agregat kasar pengganti krikil. Yang lolos akan dihancurkan menggunakan mesin Los Angeles hingga seperti pasir dan disaring lagi menjadi agregat halus,” papar Nurman, Selasa, (25/2/2020).

Nurman mengatakan, hasil dari beton daur ulang dalam hasil uji abrasi. Beton daur ulang memiliki tingkat keausan yang sama dengan krikil Kulon Progo. Ditemukan nilai keausan sebesar 23.5 persen, sehingga masih dalam nilai keausan yang diizinkan untuk beton kelas III yaitu dibawah 27 persen berdasarkan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Kita membuat inovasi akan tetapi tidak mengurangi dari durabilitas beton tersebut. Apa yang kita pakai harus sesuai dengan standar yang berlaku. Harus sesuai dengan batas-batas yang diujikan. Sehingga tidak hanya menggunakan SNI saja, SII, ASTM dan PB juga kita uji,” tandas Nurman.

Berkat inovasi tersebut, Nurman bersama tim mampu lolos dalam seleksi abstrak lomba karya tulis nasional Civil Festival 2020 di Politeknik Negeri Jakarta. Tim UMM ini, menjadi satu-satunya perwakilan Universitas Swasta. Selanjutnya mereka akan menyerahkan full paper dan mempresentasikan inovasinya tersebut pada 11 Maret mendatang. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar