Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa UIN Maliki Malang Dilarang Meninggalkan Mahad

Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). [Foto: KEMENTERIAN LUAR NEGERI RI/ANTARA FOTO/BBC]

Malang(beritajatim.com) – Wabah virus corona Covid-19 membuat sejumlah kampus memiliki kebijakan masing-masing untuk 14 hari kedepan. Di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mahasiswa dilarang meninggalkan mahad atau asrama.

Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris, melarang semua mahasiswa untuk pulang kampung ke daerah asal. Mahasiswa semester awal bahkan disarankan tetap tinggal di asrama demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Semua mahasiswa yang tinggal di Mahad dilarang pulang. Nanti, Wakil Rektor bidang 2 yang akan memantau kondisi mahasiswa,” kata Abdul Haris, Senin, (16/3/2020).

Abdul Haris mengatakan, untuk memastikan mahasiswa aman selama tinggal di Mahad. Pihak rektorat meminta petugas kebersihan rutin mengecek kondisi Mahad. Selain itu, mahasiswa di Mahad juga diimbau rajin menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami mengimbau agar mahasiswa melakukan hidup bersih dan sehat. Petugas harus rutin mengecek kebersihan Mahad. Usahakan selalu bersih dan mengurangi bersentuhan dengan orang lain,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar