Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa Ubaya Sabet Best di Jember Fashion Carnival

Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK UBAYA), Samuel Albert Pratama Mulyono sabet penghargaan Best Performance dalam pagelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) 2021.

Tahun ini JFC mengusung tema “Virtue Fantasy” yang menampilkan 9 defile yaitu Lion, Komodo, Flamingo, Sea Dragon, Dragonfly, Elephant, Unicorn, Dove, dan Honey Bee. Samuel melakukan peragaan busana dan menunjukkan kostum buatannya dari defile Lion di Selasar Ruang Gedung Serbaguna Psikologi Ubaya, Kamis (16/12/2021).

Mahasiswa semester tiga Program Kekhususan Desain Fashion dan Product Lifestyle FIK UBAYA ini menyampaikan jika ide awal pembuatan desain kostum terinspirasi dari karakter singa sang raja hutan.

Melalui karyanya tersebut, Samuel ingin menampilkan sosok raja singa yang berani dan berkuasa sebagai pemimpin. Berbeda dengan karya JFC yang lain, kostum buatan Samuel menonjolkan ciri khas yang kuat pada desain kostum dan aksesoris yang digunakan. Kostum dan aksesoris yang dipakai memiliki tinggi 4 meter dan berat 50 kilogram.

“Saya mendapat penghargaan best performance kategori senior dalam pagelaran Jember Fashion Carnaval 2021. Penghargaan ini dinilai berdasarkan performance dalam peragaan busana dan desain kostum yang bagus. Jadi juri menilai secara keseluruhan dan bisa dibilang memiliki poin tertinggi,” jelas Samuel.

Tidak hanya menyiapkan desain, Samuel juga menjahit dan membuat kostumnya sendiri. Proses pembuatan kostum dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Mahasiswa berusia 20 tahun itu menjelaskan bahwa bahan utama pembuatan kostum dari kain taffeta dan bludru yang dominan berwarna cokelat. Samuel juga menambahkan fake fur di beberapa bagian untuk memberikan aksen surai singa.

Selain itu, kostum yang dibuat mempunyai hiasan kepala unik berbentuk mahkota yang terbuat dari besi. Pada bagian atas mahkota juga terdapat patung singa berbahan matras yang menunjukkan secara jelas hasil karya berasal dari defile Lion. Samuel mengatakan jika berat hiasan kepala ini bisa mencapai 4 kilogram.

“Saya membuat jubah dengan desain agak bersayap untuk memberikan kesan pemimpin yang berkuasa. Disamping itu, ada aksesoris lain berupa topeng singa yang digunakan saat peragaan busana,” terangnya.

Mahasiswa asli Jember ini mengungkapkan bahwa ketertarikannya dengan JFC dimulai sejak kecil saat ia menonton pertunjukkan karnaval di dekat rumahnya. Berawal dari situ, Samuel semakin tertarik untuk mengikuti pertunjukan JFC. Mahasiswa yang gemar kuliner ini mengaku jika dirinya sudah terlibat pembuatan kostum di JFC sejak SMA kelas tiga.

“Setiap tahun selalu ikut kegiatan JFC membuat saya ingin menjadi designer ternama seperti teman-teman yang lain. Saya berharap bisa mengikuti jejak Dynand Fariz sebagai perancang busana Indonesia yang mendunia karena hasil karyanya yang selalu mengusung pesona nusantara,” tutup Samuel. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar