Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa UB Malang Bikin Sosis Basuke, Olahan Ikan Kaya Protein

Proses pembuatan sosis Basuke oleh mahasiswa UB. (Humas UB)

Malang(beritajatim.com) – Lima mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) yakni Surya Rachman Susilowati, Erviana Shinta Dewi, Surya Dewa Ramadhan, Lalu Octavian Diandra P dan Yesica Wulanda Eka P. Menciptkan produk olahan daging ikan yang aman bernama Sosis Basuke (Barakuda Singkong dan Daun kelor).

Salah satu anggota tim, Surya mengatakan, sosis Basuke merupakan sebuah produk pangan berbahan baku Ikan Barakuda, singkong dan daun kelor yang menggunakan bahan pengawet dari cangkang atau karapas udang.

“Ikan barakuda mengandung vitamin B2 yang berperan dalam menjaga sistem syaraf agar berjalan normal, membantu memperlancar metabolisme, menyembuhkan radang kulit, mencegah penyakit jantung dan baik bagi kesehatan mata,” kata Surya, Jumat, (30/7/2021).

Sedangkan daun kelor digunakan karena memiliki kandungan gizi yang baik untuk keesehatan berupa protein, karbohidrat, zat besi, magnesium, dan Vitamin A. Sementara, singkong kaya akan zat besi, Energi, Fosfor, kalium, karbohidrat dan lemak serta difortifikasi kitosan yang berfungsi sebagai bahan pengawet alami.

Selain itu kulit udang juga mengandung protein hingga 40 persen, kalsium karbonat 40-50 persen, dan kitin 20-36,61 persen sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme perusak, kitosan juga melapisi produk yang diawetkan. Sehingga terjadi interaksi yang minimal antara produk dan lingkungan. Surya mengatakan ide pembuatan Sosis Basuke karena melihat maraknya peredaran makanan olahan di pasaran yang tidak aman.

“Sosis yang beredar di pasaran mengandung bahan pengawet berbahaya seperti nitrit. Hal tersebut menimbulkan keraguan terutama pada anak-anak dan masyarakat penggemar sosis. Sebuah penelitian mengatakan bahwa nitrosodimetilamin yang merupakan hasil reaksi nitrit dapat menyebabakan kerusakan pada hati. Selain itu, sifat karsinogenik bisa memicu berkembangnya sel kanker,” papar Surya.

Sosis Basuke dikemas dalam kemasan plastik vacuum yang hampa udara sehingga makanan didalamnya tentu akan akan lebih tahan lama dan mampu menekan pertumbuhan bakteri dan terhindar dari pertumbuhan mikroba, proses oksidasi dan kerusakan pada produk dapat dihindari karena jenis kemasan ini kedap udara sehingga dapat menjamin kualitas dari bahan-bahan atau produk yang dibungkus di dalamnya.

“Sosis Basuke juga sedang dalam tahap uji proksimat di Universitas Muhammadiyah Malang, pengurusan Hak Kelayakan Intelektual, pengajuan sertifikat dan logo halal dari MUI dan pengajuan BPOM,” tandasnya. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar